KPU JATIM : PELANTIKAN GUBERNUR-WAKIL GUBERNUR 2014 - 2019 TETAP SESUAI JADUAL

Rabu, 15 Januari 2014 | 10:22


Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Jawa Timur memastikan bahwa pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim periode 2014-2019 terpilih tetap sesuai jadual, yaitu 12 Februari 2014.
Komisioner KPU Jatim, Agus Mahfud Fauzi di KPU Jatim, Rabu (15/1) mengatakan, meski saat ini muncul isu-isu tidak sedap terkait gubernur terpilih, seperti adanya isu koruptor kelas kakap di Jatim, dirinya yakin hal itu tidak akan mempengaruhi jadual pelantikan yang akan digelar kurang 29 hari lagi. "Sampai sekarang tidak ada perubahan jadual dan semua berjalan seperti semula. Dijadualkan pelantikan tanggal 12 bulan depan," tegasnya.
Pihaknya juga telah melayangkan surat ke Menteri Dalam Negeri terkait hasil Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2013 yakni memenangkan pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa). Hasil tersebut menjadi patokan menentukan pelantikan. "Laporan kami terkait Pilkada Jatim sudah diterima oleh Menteri Dalam Negeri dan sekarang tinggal pelaksanaan saja," ujarnya.
KPU Jatim sebagai lembaga yang menetapkan jadual pelantikan tidak akan berpengaruh dengan isu tersebut. Tahapan pelantikan harus berjalan sesuai dengan jadual yang ditetapkan. "Sejak dulu kami tidak pernah terpengaruh dengan isu-isu, terkait apapun dan menerpa siapapun. Kami hanya penyelenggara yang tugasnya menjalankan perintah UU. Kalau menangggapi isu malah menghabiskan energi," ujarnya
KPU tetap bersikeras sesuai tahapan, jangan sampai ada yang merusak tahapan, apalagi dengan cara menunda pelaksanaan bisa merusak tananan demokrasi. Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim harus ada kepastian. Apalagi ini menyangkut nasib seseorang "Karena itu, pelantikan tidak akan ditunda atau diundur, semuanya sesuai dengan rencana," katanya.
Sebelumnya,  KPU Jatim menyatakan bahwa pemenangan Pemilukada Jatim  2014-2019 yang digelar 29 Agustus 2013 memutuskan pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih yaitu KarSa dengan suara 8.195.816 (47,25 pesen). Posisi kedua, pasangan Berkah dengan 6.525.015 suara (37,62 persen), ketiga pasangan Bambang DH-Said Abdullah (Jempol) di dengan 2.220.069 suara (12,69 persen). Sedangkan posisi keempat ditempati pasangan Eggi Sudjana-Muhammad Sihat (Beres) dengan 422.932 suara (2,44 persen).
Sebelumnya juga, MK resmi menolak seluruhnya gugatan pasangan Berkah terkait sengketa Pilgub Jatim. Alasan MK, tidak ada satupun dalil yang disampaikan pemohon terhadap termohon (KPU Jatim) dan termohon terkait, yakni pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa) yang terbukti secara hukum. (pca)

Advanced Search

   Produk SKPD