DWI PRANOTO PIMPIN BI WILAYAH IV SURABAYA

Jumat, 25 Oktober 2013 | 21:45


Wagub Jatim, Saifullah Yusuf, saat pelantikan Gubernur BI wilayah SurabayaDwi Pranoto dilantik menjadi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPBI)  Wilayah IV Surabaya menggantikan pejabat sebelumya, Mohamad Ishak yang memasuki masa pensiun. Acara serah terima jabatan tersebut yang dilakukan di Kantor BI Surabaya dan dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf serta Deputi Gubernur BI Ferry Wardiyo.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dalam kesempatan yang sama mengatakan ada beberapa tantangan BI dalam pengembangan ekonomi daerah. “Di Jatim, tantangan utama adalah bagaimana meningkatkan kapasitas produksi untuk mendukung kebutuhan nasional. Kemampuan produksi di berbagai sektor termasuk manufaktur, sehingga diharapkan bisa mengurangi impor dan mengurangi defisit neraca perdagangan,” katanya saat acara sertijab Kepala KPBI Surabaya, Jumat (25/10)

Menurutnya, tantangan yang dihadapi BI lainnya adalah bagaimana memberikan dukungan bagi ekonomi daerah, melalui Kajian Ekonomi Regional (KER). Disamping itu, juga bagaimana memperkuat pengendalian harga (inflasi) termasuk memperluas pembentukan TPID bukan hanya di provinsi tapi juga di kota/kabupaten. Dan yang terakhir adalah bagaimana mendukung ketahanan pangan dan UMKM.

Sebelumnya, Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf dalam sambutanya menyampaikan bahwa Bank Indonesia telah banyak membantu peningkatan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur khususnya yang dilakukan oleh para pimpinan BI Surabaya periode lalu.

Ia menambahkan Pemprov Jatim berharap kerjasama antara Bank Indonesia dengan Pemerintah Provinsi terus berlanjut  guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur dan meningkatkan pemberdayaan di sektor UKM.

Dwi Pranoto mengatakan program utamanya dalam memimpin BI di Jatim adalah menjaga kestabilan harga bahan pokok melalui peranannya sebagai salah satu anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). “Ujung tombak kinerja BI di daerah adalah membantu TPID. Kami akan berupaya mengoptimalkan kinerja TPID untuk menjaga kestabilan harga,”katanya.

Untuk mempekuat kinerja TPID di Jatim, bulan depan rencananya akan dibentuk 13 TPID baru untuk tingkat kota/kabupaten. Ia menambahkan, dengan penguatan TPID di tiap daerah, diharapkan ekonomi di Jatim akan bertumbuh secara inklusif. ”Jadi pertumbuhan ekonomi bukan mensejahterakan kelompok tertentu tapi seluruh masyarakat di Jatim,” kata Dwi. (mad/foto;ren)

Advanced Search

   Produk SKPD