PERHUTANI APRESIASI PEMBONGKARAN ILLEGAL LOGGING

Selasa, 9 Juli 2013 | 13:16


Perum Perhutani Unit II mengapresiasi keberhasilan petugas Ditreskrimsus Polda Jatim membongkar sindikat illegal logging antarkota di Jawa Timur. Langkah tersebut adalah sebagai komitmen bersama dalam melindungi pelestarian hutan dan legalitas kayu hutan.
            Humas Perum Perhutani Unit II Jatim, Avid Rollick Septiani, Selasa (9/7) mengatakan, selama ini Perhutani merupakan institusi yang sering dirugikan adanya illegal loging. Karena hutan yang menjadi pengawasannya telah dipotong kayunya sebelum waktunya.
            Untuk diketahui, sebelumnya sindikat pembalakan hutan yang melibatkan wilayah Lumajang, Malang dan Madiun berhasil dibongkar. Dalam pengungkapan perkara itu, terdapat dua lokasi penggerebekan, yakni di Mejayan, Madiun, lalu gunung Pegat di Tempursari, Lumajang. Dari perkara tersebut polisi mengamankan tiga orang tersangka. Sementara barang bukti yang diamankan berupa 4 ribu kubik kayu ilegal. Serta dua truk dan sebuah pickup yang digunakan mengangkut.
            Sebelumnya diberitakan, tahun 2012 kerugian akibat illegal logging di wilayah Perhutani Unit II Jawa Timur meningkat menjadi 37 ribu pohon dengan kerugian Rp 29 miliar. Dari empat Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) yang ada di Rayon II Perhutani Jawa Timur, KPH Ngawi menduduki peringkat tertinggi kerugian pencurian kayu. Jumlahnya mencapai 1.800 pohon senilai Rp 1,04 miliar.
Di urutan kedua ada KPH Saradan dengan 1.460 pohon senilai Rp 734 juta. Lalu KPH Madiun dengan 711 pohon senilai Rp 740 juta. Dan terakhir KPH Lawu Ds dengan 257 pohon senilai Rp 194 juta. Untuk mengantisipasi pencurian kayu dan kebakaran hutan, Perhutani sebenarnya sudah menempatkan petugas di setiap Badan Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) maupun Resor Pemangkuan Hutan (RPH). Di setiap KPH juga sudah dibentuk Satgas Dalkar (Satuan Petugas Pengendalian Kebakaran) Hutan.
Meski demikian, selama kurun lima tahun terakhir hingga 2012, Perum Perhutani mampu membukukan laba sebesar Rp 586,05 miliar. Total laba tersebut terinci sejak 2008 dengan laba sebesar Rp 64,3 miliar dan tahun 2009 mencapai laba Rp 61,15 miliar.
Setahun kemudian, laba Perum Perhutani Unit II Jatim naik menjadi Rp 83,6 miliar. Selanjutnya, pada 2011, laba Perhutani meningkat hingga Rp 154 miliar. Sepanjang 2012, Perhutani mampu meraup laba hingga lonjakan kenaikannya mencapai Rp 223 miliar.
Dari total lahan seluas 1.670 hektar yang tersedia di Jatim, Perum Perhutani pada 2012 lalu volume produksi kayu yang ditebang habis mencapai 499.225 meter persegi. Sedangkan, hasil produksi kayu yang ditebang habis antara lain dari jenis kayu jati, pinus, mahoni, damar, ksambi dan sengon.
Tanaman produksi non kayu ikut memberikan kontribusi besar terhadap Perhutani dan masyarakat desa hutan (MDH). Tanaman-tanaman yang dihasilkan tersebut adalah padi, jagung dan kedelai. Ada 252 ribu tenaga kerja dari MDH yang dilibatkan. (jal)

Advanced Search

   Produk SKPD