GUBERNUR KUKUHKAN KADER DESA BERSERI

Jumat, 5 Juli 2013 | 14:56


Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo mengukuhkan Kader Desa Berseri yang berasal dari perangkat desa/kelurahan kabupaten/kota se Jatim Untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan nyaman di Jatim, Gubernur Jawa Timur Dr H Soekarwo mengukuhkan Kader Desa Berseri yang berasal dari perangkat desa/kelurahan kabupaten/kota se Jatim di Lapangan Mini Segunting Komplek Semen Indonesia di Gresik, Jumat.(5/7)

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan kader desa berseri, karena kader desa berseri ini perlu terus dikembangkan agar masyarakat mau dan mampu mengembangkan potensi desa dan berperilaku ramah lingkungan,” ujarnya.

Dikatakannya, para kader lingkungan merupakan pahlawan lingkungan hidup. Mereka menjaga, mengelola, dan melestarikan lingkungan. Untuk itu, kader lingkungan dan model percontohan desa/kelurahan Berseri perlu terus dikembangkan agar masyarakat mau dan mampu mengembangkan potensi desa dan berperilaku ramah lingkungan.

“Apabila ini terus dikembangkan di masing-masing kecamatan, pada tahun 2013 akan ada 662 Desa/Kelurahan Berseri di masing-masing kecamatan, dengan jumlah kader sekitar 13.240 sampai 19.860 kader lingkungan,” ujarnya.

Maka itu agar rencana ini dapat terlaksana dengan baik, perlu percepatan penanangan dengan pola pendampingan yang melibatkan Ibu-Ibu PKK, Perguruan Tinggi, LSM, tokoh masyarakat, dan semua elemen masyarakat.

Soekarwo mengimbau dan meminta kepada masyarakat agar terlibat langsung dalam kegiatan melestarikan dan menciptakan lingkungan menjadi lebih baik.

“Peran masyarakat sangat besar untuk membuat lingkungan menjadi lebih bagus,, sehingga masyarakat dapat melangsungkan hidupnya dengan bersih dan nyaman,” ujar Soekarwo usai acara "Hari Lingkungan Hidup Sedunia" di Gresik

Menurut Soekarwo modal dasar masyarakat Jatim memang sangat peduli terhadap lingkungan. Hal ini telah dibuktikan saat terjadi pencemaran di Kali Surabaya. “Dengan adanya laporan dari masyarakat dan LSM kegiatan tersebut dapat dihentikan oleh pemerintah,” ujarnya.

Ia menambahkan kepedulian Jatim terhadap lingkungan dibuktikan dengan diterimanya penghargaan penghargaan Adiwiyata Mandiri. Penghargaan ini diberikan kepada sekolah yang memberikan perhatian serius terhadap pendidikan lingkungan di sekolahnya.

“Keinginan belajar peserta didik sangat luar biasa ditunjang dengan para guru yang memiliki dedikasi terhadap pelestarian lingkungan. Ini yang saya katakan modal masyarakat Jatim ini luar biasa,” tandasnya.

Dalam kesempatan tersebut gubernur memberikan penghargaan kepada sekolah yang peduli lingkungan, yaitu sebanyak 45 sekolah di Jatim menerima penghargaan Adiwiyata, penyerahan penghargaan Adipura kepada 32 kabupaten/kota di Jatim, dan juga pengharagaan desa berseri, dan juga gubernur melepaskan ribuan burung yang disediakan oleh panitia lingkungan hidup se dunia (pca/foto;pno)

Advanced Search

   Produk SKPD