PEMERINTAH BENTUK SAKA KALPATARU

Jumat, 14 Juni 2013 | 11:14


Kementerian Lingkungan Hidup dan Kwarnas Gerakan Pramuka telah menginisiasi lahirnya Satuan Karya (Saka) lingkungan yang diberi nama Saka Kalpataru. Kerjasama ini bermula dari kesepakatan bersama antara Menteri Negara Lingkungan Hidup dengan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 17/MENLH/11/2011 dan No. 014/PK-MoU/11/2011 tentang Pelaksanaan Program dan Kegiatan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Asisten Deputi Urusan Peningkatan Peran Organisasi Kemasyarakatan, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Basuki Widodo Wahyuni Sambodo, Jumat (14/6) mengatakan, Saka Kalpataru merupakan Satuan Karya Pramuka tempat meningkatkan pengetahuan, pengalaman, ketrampilan dan kecakapan, dan kepemimpinan Pramuka Penegak dan Pandega serta sebagai wadah untuk menanamkan kepedulian dan rasa tanggungjawab dalam mengelola, menjaga, dan mempertahankan dan melestarikan lingkungan untuk keberlanjutan generasi sekarang dan mendatang.

Pembentukan Saka Kalpataru bertujuan untuk memberi memberi wadah pendidikan dan pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat, kemampuan ,pengalaman dalam bidang pengetahuan dan teknologi serta keterampilan khususnya yang berkaitan dengan substansi Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (PPLH) yang menjadi bekal penghidupannya untuk mengabdi pada masyarakat, bangsa dan Negara.

            Satuan Karya Pramuka Kalpartaru untuk tahap awal meliputi tiga Krida yaitu : (1) Krida 3R (Reduce, Reuse, Recycle), (2) Krida Perubahan Iklim dan (3) Krida Konservasi Keanekaragaman Hayati. Untuk tahap berikutnya yaitu tahun 2014, Krida SAKA Kalpataru akan ditambahkan sesuai dengan kebutuhan dalam pengelolaan lingkungan.

            Langkah awal persiapan pembentukan Saka Kalpataru sebelum diresmikan adalah dengan menyelenggarakan Pelatihan Tahap Pertama  Pamong dan Instruktur Saka  yang diselenggarakan mulai 10-14 Juni 2013 bertempat di Jakarta.  Pelatihan ini melibatkan 5 Kwarda (DKI, Banten, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Selataan) dengan 13 Kwarcab, total  peserta pada pelatihan pertama adalah 25 peserta sebagai Pamong Saka Kalpataru.

Sementara untuk Instrukstur Saka Kalpataru melibatkan  28 Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) untuk wilayah Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten. Seri pelatihan berikutnya akan diselenggarakan di Surabaya pada tanggal 24-28 Juni 2013 dengan melibatkan Kwarda Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan  Bali. “Saka Kalpataru ini diharapkan dapat menjadi ujung tombak gerakan lingkungan yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Untuk diketahui, SAKA adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan meningkatkan pengetahuan, kemampuan, keterampilan dan pengalaman Pramuka dalam bidang kejuruan serta memotivasi mereka untuk melaksanakan kegiatan nyata dan produktif, sehingga dapat memberi bekal bagi kehidupannya, serta bekal pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan negara, sesuai dengan aspirasi pemuda Indonesia dan tuntutan perkembangan pembangunan dalam rangka peningkatan ketahanan nasional.

Saat ini, terdapat delapan SAKA yang ada dalam Gerakan Pramuka, yaitu Saka Bahari bidang kelautan. Saka Bakti Husada bidang kesehatan, Saka Bhayangkara bidang kepolisian, Saka Dirgantara bidang keudaraan, Saka Kencana bidang kependudukan, Saka Taruna Bumi bidang pertanian, Saka Wana Bakti bidang kehutanan dan Saka Wirakartika bidang TNI AD. Dengan bertambahnya Saka Kalpataru bidang lingkungan hidup, maka kini jumlah Saka bertambah lagi menjadi Sembilan. (jal,sti 

 

Advanced Search

   Produk SKPD