PILKADA JATIM, TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT DITARGET 85 PERSEN

Rabu, 8 Mei 2013 | 12:44


Sekda Prov Jatim, dr Rasiyo, saat membuka Rapat fasilitasi Pilkada Jatim 2013Jelang pelaksanaan Pilkada Jawa Timur untuk pemilihan gubenrur dan wakil gubernur pada 29 Agustus 2013 mendatang kini terus dipersiapkan. Salah satunya dengan menggelar rapat persiapan fasilitasi yang digelar oleh Pemprov Jatim dengan mengundang KPU, Polri, dan TNI AD. Dalam rapat tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Dr H Rasiyo menargetkan tingkat partisipasi masyarakat Jatim dalam menyukseskan Pilkada mendatang mencapai lebih dari 85 persen.

“Pemilukada Jatim ini bisa dikatakan sukses jika tingkat pertisipasi masyarakatnya bisa mencapai lebih dari 85 persen. Ini bisa tercapai jika sosialisasi terus gencar dilakukan dan suasana Jatim aman, nyaman, dan kondusif, sehingga masyarakat dapat memberikan hak suaranya tanpa rasa was-was,” kata Rasiyo saat dikonfirmasi di Hotel Grand Mercure Surabaya, Rabu (8/5).

Untuk proses sosialisasi tahapan Pemilukada Jatim, kata dia, sudah mulai dilakukan oleh KPU Jatim dengan menggandeng media massa cetak dan elektronik. Sehingga, lanjut dia, Pemprov Jatim bakal terus membantu sosialisasi agar masyarakat dapat bisa berpartisipasi dengan memberikan hak suaranya saat pemilihan berlangsung.

Selian itu, kata Rasiyo, yang tak kalah penting adalah terciptanya rasa aman, nayman, dan damai sehingga situasi dan kondisi Jatim kondusif. Hal ini, lanjutnya, menjadi tanggung jawab bersama dengan dibantu oleh personil Polri dan TNI. “Proses pengamanan pilkada harus dipersiapkan dengan matang untuk mengantisipasi kerawanan konflik,” ujarnya.

Ia mengatakan, kunci suksesnya berawal dari keamanan distribusi logistik pemilu dah proses pencoblosan di TPS. Artinya, jika rekapituliasi data dan hasil pemilihan berjalan lancar serta para saksi dari calon mau menandatangani hasilnya, maka pilkada bisa dikatakan sukses. "Belajar dari pengalaman 2008, kami berharap Pilkada Jatim berlangsung satu putaran agar dapat menghemat anggaran," ujarnya

Menurut dia, selama ini tingkat partisipasi masyarakat yang kurang karena disebabkan beberapa faktor. Di antaranya, bisa karena tidak peduli, tidak memahami tujuan dari pelaksanaan Pilkada, atau sikap acuh tak acuh karena rasa pesimistis pada pemimpin yang maju di pilkada. Rasiyo pun mengimbau agar masyarakat bisa menyalurkan aspirasinya pada pesta demokrasi yang bakal digelar tiga bulan lagi.

Agar partisipasi masyarakat meningkat, bagi warga yang tidak masuk dalam DPT (daftar pemilih tetap) yang tertera TPS (tempat pemungutan suara), maka tetap bisa menggunakan hak suaranya. Merujuk dari putusan Mahkamah Kosntitusi No 85 dan 87/PUU-X/2012, maka warga yang tak masuk DPT bisa menggunakan hak suaranya dengan empat ketentuan.

Pertama adalah menggunakan KTP dan KK sebagai bukti agar bisa gunakan hak pilih. Kedua hak pilih tersebut hanya bisa digunakan di TPS sesuai lokasi alamat KTP yang berlaku saat itu. Ketiga yakni melakukan pendaftaran pada petugas KPPS dan keempat yakni pelaksanaan pemilihan bisa dilakukan satu jam sebelum pemungutan suara selesai atau ditutup. (afr/foto;pno)

Advanced Search

   Produk SKPD