BANYAK PENOLAKAN, PANITIA MISS WORLD MINTA DUKUNGAN PEMPROV JATIM

Kamis, 18 April 2013 | 13:42


           Rombongan panitia Miss World diterima Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Saifullah Yusuf di ruang kerjanya, Kamis (18/4). Banyaknya penolakan dari elemen masyarakat Indonesia terkait pelaksanaan Miss World yang bakal di Gelar di Sentul dan Bali pada September mendatang, membuat panitia pelaksana mengumpulkan dukungan. Setelah beberapa waktu lalu minta dukungan ke Provinsi Jawa Barat, kini panitia juga mendatangi Pemprov Jawa Timur untuk untuk meminta dukungan.

            Rombongan panitia Miss World diterima Wakil Gubernur Jawa Timur Drs H Saifullah Yusuf di ruang kerjanya, Kamis (18/4).

             Dalam paparannya, perwakilan panitia Miss World Syafril Nasution yang juga Corporate Affairs Director MNC Group mengatakan, karena kurang sosialisasi, masyarakat Indonesia berpikir negatif, jika keberadaan Miss World tidak lebih hanya mengeksploitasi kemolekan tubuh wanita. Sehingga Indonesia sebagai mayoritas Muslim antipasti terhadap ajang internasional tersebut.

    Padahal, Menurut Syafril, banyak nilai positif yang bisa diambil dari ajang bergengsi tingkat internasional itu. “Penilaiannya tidak hanya cantik, tetapi juga harus pintar dan mempunyai jiwa sosial tinggi,” papar Syaril.

               Di dampingi Miss Indonesia 2012 dari Kalimantan Barat Vania Larissa, Syaril juga menawarkan sinergi program promosi wisata Jawa Timur pada puncak acara Miss World di Sentul. Mengingat acara ini akan ditayangkan sekitar 140 media dari belahan dunia. “Sinergi ini bisa dilakukan, agar wisata Jatim juga bisa dikenal dunia selain Bali,” jelasnya.

            Menanggapi tawaran ini, Gus Ipul menyambut positiff sinergi yang ditawarkan pihak panitia. Sebenarnya, kata Saifullah, program pemberdayaan perempuan yang dilakukan MNC Group dengan acara ini, tidak jauh berbeda dengan program pemberdayaan perempuan yang telah dilakukan Pemprov Jatim. Hanya saja, perbedaannya program pemberdayaan yang dilakukan Pemprov Jatim ditekankan pada sektor peningkatan ekonomi seperti memacu keberadaan Koperasi Wanita dan melibatkan wanita pada peningkatan UMKM.

            Karena itu, Pemprov Jatim mendukung pelaksanaan Miss World bisa dilaksanakan di Indonesia. Alasannya, selain bangga bisa menjadi tuan rumah ajang internasional, kegiatan ini juga mampu mendongkrak kunjungan wisata.

    Namun demikian, wagub berharap, panitia harus lebih maksimal untuk melakukan sosialisasi agar nilai positif Miss World dapat dipahami masyarakat. “Ini tugas rumah yang harus dijawab. Agar masyarakat bisa memahami,” pungkas Saifullah. (fad/foto;busan)

Advanced Search

   Produk SKPD