PENDIDIKAN SECATA, AWAL KARIER PRAJURIT TNI AD

Selasa, 16 April 2013 | 10:30


Pendidikan Secata merupakan titik awal dari karier dan pengabdian yang harus dilaksanakan bagi prajurit TNI Angkatan Darat sebagai bekal untuk nenunaikan tugas negara serta sebagai penerus TNI di masa mendatang.

“Pengabdian sebagai prajurit merupakan pilihan hidup yang telah kalian tetapkan untuk mengabdi kepada Bangsa dan Negara yang kita cintai,” kata Kasdam V/Brawijaya Brigjen  
TNI Amrid Salas Kembaren saat menutup pendidikan Sekolah Calon Tamtama  TNI AD Gelombang I Program TA 2013, di Depo Pendidikan Secata Rindam V/Brawijaya Magetan, Sabtu (13/4).

Sebagai Prajurit Tamtama, mereka berperan sebagai unsur pelaksana teknis militer yang terdepan sesuai fungsi tugasnya, dan dituntut untuk mampu mengaplikasikan ilmu dan keterampilan yang telah diterima selama di lembaga pendidikan.

Untuk mewujudkan hal itu, diharapkan para Tamtama Remaja agar senantiasa mempersiapkan diri secara fisik, mental, keterampilan dan pengetahuan  dengan baik. Dengan harapan nantinya mampu memberikan andil bagi terbentuknya prajurit berkualitas, berdisiplin tinggi, profesional, mampu berprestasi dan dicintai rakyat.

Sementara pada hari yang sama,  Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Ediwan Prabowo, Sip menutup Pendidikan Pembentukan Bintara Khusus Babinsa TNI AD Gelombang II   Program TA. 2013, di Depo Pendidikan Secaba Rindam V/Brawijaya Jember.

Dikatakannya, dalam Komando Kewilayahan  Babinsa merupakan ujung tombak pencitraan TNI di daerah dan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat. Oleh sebab itu   guna mendukung kelancaran pelaksanaan tugas pokok TNI AD dan khususnya dalam menyikapi situasi politik yang berkembang di Jawa Timur, maka perlu diperkokoh posisi dan sikap netral prajurit TNI.

Menurutnya, untuk dapat melaksanakan tugas tersebut maka para Babinsa harus menguasai lima Kemampuan teritorial yang harus dipedomani  sebagai berikut, yakni  kemampuan temu cepat dan lapor  cepat, kemampuan manajemen territorial, kemampuan penguasaan wilayah,  kemampuan perlawanan rakyat, dan kemampuan komunikasi  sosial.

“Diharapkan Babinsa tetap menjaga pencitraan prajurit yang baik dengan berdisiplin tinggi, professional dan berprestasi di bidang kewilayahan dan berusaha untuk dicintai rakyat, mampu berkomunikasi dengan masyarakat, tokoh Masyarakat, mitra kerja  seperti kepala desa dan Polri,” katanya. (ern)

Advanced Search

   Produk SKPD