BNN : SETIAP PROVINSI DI INDONESIA HARUS MEMILIKI TEMPAT REHABILITASI NARKOBA

Minggu, 31 Maret 2013 | 08:50


Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta dan mendorong kepada setiap provinsi di Indonesia harus memiliki tempat khusus rehabilitasi narkotika bagi warganya yang membutuhkan terapi perawatan maupun penyembuhan.
    Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Jendral (Komjen) Anang Iskandar saat ditemui usai melakukan kunjungan kerja di Kantor BNNP Jatim, Sabtu (30/3) sore mengatakan, saat ini para pecandu narkoba di Indonesia berjumlah empat juta orang yang menderita narkoba sangat membutuhkan tempat rehabilitasi dan perawatan yang intensif. “Paling tidak satu daerah punya satu rehabilitasi untuk warganya. Ini adalah semangat supaya Indonesia bebas dari narkoba,” ujarnya.
    Menurutnya, pentingnya tempat lokasi rehabilitasi karena para pecandu obat terlarang jenis psikotropika itu umumnya sulit jika langsung berhenti secara mendadak. "Itulah pentingnya dilakukan rehabilitasi. Sesuai undang-undang mereka mempunyai kesempatan untuk menjalani rehabilitasi," ujarnya.
    Ia menjelaskan, saat masih dalam proses rehabilitasi maka yang bersangkutan dilindungi. Minimal, dua kali kesempatan tidak boleh ditangkap dan dipidana. "Meminimalisasi angka kecanduan, bagi para pecandu narkoba harus segera melakukan rehabilitasi di rumah sakit atau puskesmas milik pemerintah yang ditunjuk," tuturnya.
    Lebih lanjut untuk membangun tempat rehabilitasi yang baru nanti harus minimal memiliki daya tampung 50 orang. Itu berarti ada sekitar 2.,5 juta pengguna narkoba yang bisa disembuhkan. Tahun berikutnya 2,5 juta lagi. Kalau hal itu tercapai, maka Indonesia sudah mendekati bebas narkoba.
    “Kalau bisa satu tahun 4 juta orang. Namun, yang kita perlukan tidak hanya sekedar bangunan saja, tenaga atau Sumber Daya Manusia (SDM) harus disiapkan pula. Makanya mulai sekarang kita harus punya tempat atau Setiap provinsi dan kab/kota harus punya satu rehabilitasi,” paparnya Kepala BNN saat didampingi oleh Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Brigjen Pol Iwan Setiawan
    Ia menambahkan BNN juga menjamin semalam masuk dalam rehabilitasi milik pemerintah, pasien tidak dikenakan biaya, alias gratis. Biaya penyembuhan kecanduan narkoba sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. “Makanya sedapat mungkin lapor ke instansi penerima wajib lapor itu akan dilayani secara gratis,” tuturnya.
    Sebelumnya, BNN saat ini hanya memiliki empat tempat rehabilitasi di Indonesia yaitu Lido di Jawa Barat, Baddoka di Makassar, Samarinda serta Riau. (pca)

Advanced Search

   Produk SKPD