HINGGA 2014, JATIM SIAP BANGUN RUSUNAWA 10 TWIN BLOCK

Minggu, 17 Maret 2013 | 17:12


Dalam kurun dua tahun ke depan (2013 hingga 2014), Pemprov Jatim menyiapkan lahan untuk dibangun rusunawa sebanyak 10 twin block (menara kembar) di wilayah Surabaya, Pasuruan, Gresik, dan Mojokerto. Ini dilakukan sebagai upaya Pemprov Jatim membantu para pekerja di wilayah Jawa Timur untuk dapat segera memiliki tempat tinggal
    Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Dr Rasiyo di Surabaya, Sabtu (16/3) mengatakan, saat ini Jatim sudah menyiapkan tanahnya. Ia mengungkapkan, bahwa jumlah tenaga kerja di Jatim mencapai 2,6 juta pekerja. Jumlah itu terserap di 34.300 perusahaan yang tersebar di wilayah Jatim.
    Pada 2013, akan dibangun rusunawa di Jatim sebanyak enam twin block, dan empat lainnya akan dibangun selama 2014 di Wonorejo, Surabaya. Rusunawa itu diperuntukkan bagi para pekerja dari Sidoarjo dan Surabaya.
    Program ini dilakukan sebagai tindak lanjut telah dilakukannya penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Sekda yang mewakili Gubernur Jatim dengan Menteri Perumahan Rakyat Djan Faridz, bersama Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar mengenai penyediaan rumah susun sewa bagi pekerja dan buruh di Indonesia, Jumat (15/3)
    Seperti dikatehui, Menteri Perumahan Rakyat (Menpera), Djan Faridz berharap para gubernur di Indonesia dapat membantu pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) untuk para pekerja dan buruh di Indonesia. Diharapkan, rusunawa untuk pekerja serta buruh dapat memacu mereka untuk lebih bersemangat dalam bekerja. Sehingga memacu sektor industri di Indonesia.
    Menurut Djan, jumlah pekerja Indonesia berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2012 adalah 40 juta pekerja, dengan wilayah DKI Jakarta mencapai 2,2 juta, lalu di Bogor, Depok dan Bekasi sebanyak 1,6 juta, sedangkan wilayah Banten sebanyak 491 ribu pekerja.
    Buruh tersebut memiliki tingkat rata-rata Upah Minimum Provinsi (UMP) sebesar Rp 1,1 juta per bulan dan tingkat pengeluaran untuk sewa rumah sebesar Rp 300 ribu, serta biaya transportasi rata-rata Rp 500 ribu per bulan. Penyedian rumah yang layak huni bagi buruh dan dekat lokasi bekerja, dapat menghemat biaya transportasi dan harga sewa rumahnya terjangkau, sesuai daya beli para buruh.
    Pada 2013, pemerintah merencanakan membangun rusunawa pekerja sebanyak 35 twin block (satu twin blok, dua tower). Namun, yang dapat dialokasikan pada tahun ini sesuai kemampuan anggaran Pemerintah hanya 24 twin blok dengan kapasitas 27 ribu unit sarana rumah susun yang dapat menampung 10,800 pekerja. (put)

Advanced Search

   Produk SKPD