ST 2013, KUMPULAN INFORMASI SEPUTAR PERTANIAN

Kamis, 28 Februari 2013 | 09:48


Sensus pertanian 2013 yang dikenal dengan ST 2013 dilakukan untuk mengumpulkan informasi/data tentang luas lahan, produktivitas padi, dan penyerapan tenaga kerja sektor pertanian. Termasuk data mengenai rumah tangga tani serta info terkini terkait tanaman pangan, hortikultura, perikanan serta sumbangan pertanian terhadap Produk Domistik Bruto (PDB) dan Produk Domistik Regional Bruto (PDRB).
            Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Prov Jatim, Irlan Indrocahyo SE MSi, saat Seminar dan Sosialisasi Sehari Sensus Pertanian 2013 di H Garden Palace, Surabaya, Rabu (27/2) sore, mengatakan, sejak Indonesia Merdeka sensus pertanian telah dilaksanakan sebanyak 6 kali yakni pada 1963, 1973, 1983, 1993 dan 2003.  Serta sensus pertanian yang ke 6 akan dilakukan pada 1 -31 Mei 2013 dengan mengambil sebuah tema “ Menyediakan informsi untuk masa depan petani yang lebih baik”.
    Menurut peraturan pemerintah RI Nomor 51 Tahun 1959 tentang penyelenggaran statistik, menyebutkan ada tiga jenis sensus, yakni sensus penduduk waktu penyelenggaraanya dengan berakiran angka 0, sensus pertanian yang diselenggarakan dengan berakhiran angka 3, dan sensus perekonomian yang penyelenggaraanya berakhir pada angka 6.
            Sedangkan tujuan ST2013 secara umum adalah untuk mendapatkan data statistik pertanian yang lengkap dan akurat supaya diperoleh gambaran yang jelas tentang pertanian di Indonesia . Ingin mendapatkan kerangka sample (sampling frame) yang dapat dijadikan landasan pengambilan sample untuk survei-survei di sektor pertanian.
            Kemudian untuk memperoleh berbagai informasi tentang populasi usaha pertanian, rumah tangga petani gurem, jumlah pohon dan ternak, distribusi penguasaan dan pengusahaan lahan menurut golongan luas. Hasil pencacahan lengkap ST 2013 juga akan digunakan sebagai kerangka angka patokan (benchmarks) untuk survei-survei disektor pertanian.
            Hasil ST 2013 nantinya juga sebagai angka patokan survei-survei di sektor pertanian. Kemudian sebagai bahan perencanaan, implementasi kebijakan dan evaluasi program pembangunan pertanian di Kementerian dan lembaga terkait, seperti di Kementerian Pertanian, Kelautan, Perikanan, Kehutanan, Perdagangan dan Bappenas. Kemudian sebagai bahan perencanaan di perguruan tinggi, lembaga internasional dan para pelaku bisnis disektor pertanian.
            ST 2013 perupakan kegiatan besar sehingga pelaksanaanya dilakukaan beberapa tahap baik persiapan maupun pelaksanaannya sudah dimulai sejak 2011 dengan tahapan pelaksanaan potensi desa (Pondes) pada Mei 2011. Kemudian updating direktori perusahaan pertaanian dilakukan pada Mei-Juni 2012, pemutakhiran dan pencachan lengkap usaha pertanian akan diksanakan pada Nopember-Desember 2013. Selanjutnya pelaksanaan survei pendapatan rumah tangga pertanian akan dilakukan pada Nopember 2013, survei struktur ongkos subsektor akan dilakukaan pada Maret-Oktober 2014 dan analisis  desiminasi hasil ST2013 subsektor akan dilaksankan pada April-Agustus 2015.
            Pada ST 2013 prov Jatim akan mengerahkan pertugas sebanyak 44.544 orang, dan ini merupakan petugas terbanyak ST 2013 se Indonesia. Selanjutnya disusul Jawa Barat 40 744 orang dan Jawa Tengah 35 056 orang. Dalam pelaksanaan di lapangan nanti petugas tidak bekerja secara individu tetapi bekerja secara tim, dimana pada satu tim ada 4 orang terdiri dari 3 orang pencacah lapangan 1 orang sebagai koordinator tim. Dengan ebgitu di Prov Jatim ada 11 136 tim petugas lapangan ST2013. Sebanyak 50 persen petugas ST2013 akan bekerja di 11 kabupaten yakni di Kabupaten Jember, Malang , Banyuwangi, Kediri , Pasuruan, Blitar, Sumenep, Bojonegoro, Tuban, Lamongan dan Kabupaten Probolinggo.
            Dikatakan pula ada 10 kabupaten di Jatim yang memiliki prosentase rumah tangga pertanian terhadap rumah tangga total terbesar pada 2003. Antara lain Pacitan 88,15 persen, Sampang 85,30 persen, Sumenep 81,95 persen, Pamekasan 81,11 persen, Trenggalek 74,09  persen. Kemudian Bojonegoro 72,24 persen, Ponorogo 72,04 persen, Bangkalan 71,28 persen, Tuban 68,58 persen dan Lamongan 68,46 persen.(ryo,sti)

Advanced Search

   Produk SKPD