DISPENDIK JATIM SIAPKAN RP 17 MILIAR UNTUK PAUD

Jumat, 18 Januari 2013 | 10:21


Tahun ini, Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur menyiapkan anggaran sebesar Rp 17 miliar untuk pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) untuk 38 kabupaten/kota atau naik 10% dari tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal (PNFI) dan Nilai Budaya Dispendik Jawa Timur, M Nasor SH MM dikonfirmasi Jumat (18/1) mengatakan, anggaran yang disiapkan Dispendik Jatim ini untuk pengembangan PAUD yang meliputi, pelatihan guru, bantuan sarana dan prasarana, bantuan hibah langsung, dan peningkatan kualitas pendidik.
Hingga akhir 2012 sebanyak 4.961 PAUD telah tersebar di seluruh wilayah Jatim, jumlah ini dirasa belum mampu menutup kebutuhan sehingga, tahun ini pemprov menargetkan akan menambah jumlahnya mencapai 10 ribu pos PAUD
            PAUD berfungsi memberikan pendidikan dasar buat anak-anak untuk bekal saat besar nanti. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut maka PAUD diintegrasikan Posyandu, dan Bina Keluarga Balita, yang pada akhirnya dinamakan Taman Posyandu. Di dalamnya terdapat Posyandu ditambah layanan pendidikan anak usia dini dan bina keluarga balita guna memenuhi seluruh kebutuhan esensial tumbuh kembang anak.
Berdasarkan data TP PKK Jatim, di Jawa Timur terdapat 4.022.338 anak usia 0 sampai 6 tahun, 68,22 persen di antaranya (2.744.132 anak) belum mendapatkan layanan PAUD, sedangkan sisanya 1.278.206 anak telah mendapatkan layanan PAUD namun masih bersifat parsial, belum memenuhi seluruh kebutuhan esensial tumbuh kembang anak.
            Kendala yang dihadapi saat ini antara lain masih terbatasnya Sumber Daya Manusia yang dimiliki. Misalnya belum mempunyai kader yang mumpuni dan kekurangan alat permaianan edukatif.
Jika sudah seperti itu, masih sulit rasanya untuk bermimpi bahwa Jawa Timur akan berkembang. “Untuk mencapai standar, perlu dukungan baik itu pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, hingga dunia usaha dan industri,” ujarnya.
            PAUD adalah kegiatan bermain yang terarah dan terpadu. Karena itu pendidikan ini adalah pembiasaan, bukan pemaksaan. Pemahamam itulah yang saat ini terus disosialisasikan Dispendik Jatim pada para pendidik dan orang tua. “Ketidak pahaman pendidik PAUD dan keluarga inilah yang secara tidak sadar membunuh karakter anak didik, itu harus diubah dan jangan sampai terjadi di Jatim,” jelasnya. (hjr)

Advanced Search

   Produk SKPD