TIGA KABUPATEN SERENTAK GELAR PILKADA PADA 12 DESEMBER

Senin, 10 Desember 2012 | 07:49


Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Dr H Rasiyo saat pemantauan Desk Pilkada di Sampang, Sabtu (8/12).Tiga kabupaten di Jawa Timur bakal menggelar pilkada pada 12 Desember mendatang. Tiga daerah yang menghelat pesta demokrasi tersebut adalah Bangkalan, Sampang, dan Nganjuk. Guna mengantisipasi kerawanan saat pemilihan bupati berlangsung, kini Pemprov Jatim bersama dengan Pemda dan Forpimda setempat terus melakukan koordinasi keamanan.
"Proses pengamanan pilkada harus dipersiapkan dengan matang untuk mengantisipasi kerawanan konflik. Kunci suksesnya berawl dari keamanan distribusi logistik pemilu dah proses pencoblosan di TPS," kata Sekretaris Daerah Provinsi Jatim, Dr H Rasiyo saat pemantauan Desk Pilkada di Sampang, Sabtu (8/12).
Menurut dia, saat proses pencoblosan di TPS akan menentukan sukses pilkada. Artinya, jika rekapituliasi data dan hasil pemilihan berjalan lancar serta para saksi dari calon mau menandatangani hasilnya, maka pilkada bisa dikatakan sukses. "Kami berharap pilkada berlangsung satu putaran dan tidak ada protes sampai ke MK (Mahkamah Konstitusi)," ujarnya.
Dari ketiga pilkada, lanjut dia, tingkat kerawanan yang paling tinggi berpotensi terjadi di Bangkalan dan Sampang. Untuk pilkada Bangkalan, ujar Rasiyo, masih terkendala unjuk rasa yang dilakukan simpatisan pasangan calon (paslon) no 1.
Seperti diketahui, awalnya pilkada Bangkalan akan diikuti tiga paslon. No urut 1 yakni H Imam Buchori Holil SH dan HR Zainal Alim, No 2 M Nizar Zahro SH dan KH Zulkkfli SE, No 3 M Makmun Ibnu Fuad dan Ir H Mondir A Rofii. Dari ketiganya, paslon No 1 telah dianulir melalui mekanisme sidang dengan surat putusan PTUN No 136/G/2012/PTUN Surrabaya per tanggal 5 Desember. Dari putusan tersebut, KPUD Bangkalan akhirnya memutuskan untuk menghapus paslon pertama pada 6 Desember.
Pencoretan H Imam Buchori Holil SH dan HR Zainal Alim pun akhirnya diprotesnoleh para pendukungnya. Alhasil hingga Sabtu kemarin, pendukung paslon No 1 tersebut trus mekakukan unjuk rasa hingga menyegel kantor KPUD Bangkalan. "Aksi protes pendukung paslon No 1 harus kita sikapi dengan arif dan bijaksana. Jangan sampai terus berlanjut dan mengacaukan jalannya pilkada. Polri dan TNI harus berupaya meningkatkan pengamanannya," ujarnya.
Sedangkan pilkada di Sampang, lanjut dia, masih terkendala pada faktor keamanan pasca konflik suni dan syiah. Namun, kata Rasiyo, tingkat pengamanan di Sampang cukup bagus. "Pak Kapolres sudah menyatakan kesiapannya mengamankan pilkada Sampang dan sudah dilakukan upaya preventif melalui dakwah ke masjid-masjid saat sholat Jumat dengan memberikan buku panduan pilkada dengan dasar agama Islam," tuturnya. (afr/foto;pno)

Advanced Search

   Produk SKPD