KUOTA DAFTAR TUNGGU HAJI JATIM SAMPAI 2025

Selasa, 4 Desember 2012 | 12:52


Sebanyak 412.803 calon haji Jawa Timur berada dalam daftar tunggu pemberangkatan beribadah haji ke Tanah Suci. Dari jumlah antrean tahun 2013 itu tembus hingga tahun 2025.

"Kuota haji untuk Jatim berjumlah 33.935 orang per tahun, bahkan tahun 2025 sudah terdaftar 5.583 orang saat kloter terakhir tiba (25/11)," kata Kabid Penyelenggara Haji Kemenag Jatim Hj Hikmah Rahman dikonfirmasi, Selasa (4/12).

Oleh karena itu, katanya, panjang antrean untuk seorang calon haji dari Jatim yang mendaftar haji sudah mencapai 13 tahun, padahal pendaftar haji dalam setahun bisa menghabiskan tiga kuota Jatim.

"Artinya, calon haji dari Jatim itu mencapai tiga kuota atau tiga kali dari 33.935 orang yang mendaftar dalam satu tahun saja. Jadi, sekitar 100.000 orang mendaftar dalam setahun," katanya.

Tentu saja, hal itu menyebabkan antrean calon haji dari Jatim akan semakin panjang, karena perbandingan antara peminat dengan kuota untuk Jatim mencapai 1:3 atau setiap tahun ada tiga kuota (100.000-an) pendaftar.

Secara terpisah, Sekretaris Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur H Nadjib Hamid menilai Sistem Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) ternyata masih ditembus oknum anggota DPR/DPRD.

"Faktanya, saat menunaikan ibadah haji tahun ini saya menemukan ada anggota DPR bersama keluarga mendaftar hanya antre tiga hari, padahal calon haji lain mengantre belasan tahun," katanya.

Oleh karena itu, katanya, Siskohat yang disebut sebagai sistem yang baik itu masih harus diatur dengan sistem perhajian anti-diskriminasi. "Kalau oknum anggota DPR itu menjadi petugas pengawas haji, saya masih maklum, tapi tentu bukan satu keluarga begitu," katanya. (fad)

Advanced Search

   Produk SKPD