TEKAN ANGKA KEMATIAN IBU-BAYI, JEMBER CANANGKAN KB-KES

Sabtu, 27 Oktober 2012 | 13:25


Jember mencanangkan bulan bhakti KB-Kes atau yang biasa dikenal dengan TNI Manunggal KB dan Kesehatan (TMKK). Program ini mengupayakan dukungan kebijakan untuk menjamin tersedianya pelayanan persalinan yang aman dan sehat, sekaligus untuk menekan angka pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahunnya.
Bupati Jember,  Ir MZA Djalal bersama dengan jajaran TNI dan anggota penggerak PKK Mengusung tema “Melalui Bhakti Sosial Kesehatan, kita optimalkan revitalisasi KB Nasional dalam rangka mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera”. Acara yang dibuka secara langsung melalui pemukulan gong dilakukan di Kecamatan Sukowono.
Dandim 0824 Jember, Letkol Inf Trirana Subekti selaku Komandan Pelaksana TMKK 2012, mengatakan, acara ini bertujuan meningkatkan kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan keluarga. Pada TMKK, TNI yang bekerjasama dengan puskesmas-puskesmas di seluruh wilayah Jember mengadakan pemasangan Implant (KB Pria), pemasangan IUD, yang dilakukan secara serentak di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Jember.
Ia juga memberikan apresiasi atas keberhasilan program ini, terbukti di Tingkat Jawa Timur, Kabupaten Jember menempati posisi teratas dalam pemasangan IUD, kedepan dirinya berharap akan berhasil juga dibidang implant atau MUP. Bahkan, dirinya berharap agar para ulama, tokoh agama, tokoh masyarakat dengan bantuan TNI yang ada di wilayah untuk ikut berperan memberikan penjelasan kepada seluruh masyarakat dalam rangka mensukseskan program ini.
Bupati Jember MZA Djalal mengatakan, saat dirinya menjadi Bupati Jember diawal tahun 2005, HDI Jember hanya mencapai 55,8 %, sampai pada akhirnya saat ini telah mencapai 65,87%. Meski masih rendah dibandingkan dengan HDI Nasional yang hampir 70%, namun ada kemajuan serta peningkatan pada taraf hidup masyarakat Jember.
Dijelaskan, HDI sangatlah tergantung pada 3 komponen penting, yaitu pendidikan masyarakat, kesehatan masyarakat, serta kehidupan sosial ekonomi masyarakat itu sendiri. Meski diakui juga, di Kabupaten Jember untuk angka kematian ibu melahirkan masih tinggi, belum lagi ditambah dengan angka kematian bayi yang juga cukup tinggi. Untuk itu, Bupati Djalal meminta agar seluruh elemen masyarakat, terutama para Kyai, Ulama, agar memberikan penjelasan, sehingga angka-angka kematian ibu dan anak bisa ditekan seminim mungkin.

Kajian USIAD
Mengupayakan dukungan kebijakan untuk menjamin tersedianya pelayanan persalinan yang aman dan sehat, Inisiasi menyusu dini (IMD) dan pemberian ASI Ekslusif bagi balita melalui revitalisdasi lembaga yang ada. IPKM Jawa Timur sendiri menduduki ranking 15 Nasional, untuk itu sangat diperlukan upaya lebih serta peran dari masyarakat untuk mencapai terget penurunan AKI dan AKB di Jawa Timur.
    Pemkab Jember yang berkerjasama dengan LPSS USAID menggelar program pendampingan kesehatan pada bidang persalinan dan pemberian ASI ekslusif bagi balita Di Kabupaten Jember. Tiga agenda kegiatan yang ada yaitu, diperoleh dukungan politis dari pemangku kebijakan untuk mendorong pelayanan persalinan aman, IMD, dan pemberian ASI ekslusif bagi balita, Meningkatkan pemahaman akan hak dan kemampuan swadaya masyarakat yang berkaitan dengan perawatan maternal, Adanya provider untuk melakukan menejemen yang transparan dengan mengtikutsertakan dan meningkatkan ketrampilan tenaga kesehatan.
Kepala Bappekab Jember, Moh Thamrin mengatakan, ada 2 hal penting untuik diketahui oleh masyarakat, yaitu peran serta masyarakat pada pendidikan, dan yang kedua adalah kemampuan pemahaman masyarakat akan pentingnya pemberian ASI ekslusif bagi balita, serta persalinan bidan atau tenaga medis dalam rangka menekan angka kematian ibu dan bayi.
Berdasarkan hasil penelitian USAID untuk Kabupaten Jember masih cukup tinggi angka kematian bayi, serta kurangnya pemahaman masyarakat tentang persalinan dan ASI. Hal itu bukan hanya menjadi tanggung jawab para tenaga kesehatan yang ada di puskesmas, ataupun pemerintah saja, akan tetapi juga perlu dijadikan fokus perhatian oleh semua pihak.
Thamrin berharap dengan adanya sosialisasi persalinan dan pemberian ASI ini mampu menurunkan angka kematian hampir 22% yang ada di Kab Jember. Pola pemberian susu botol yang banyak di anut oleh ibu-ibu muda saat ini, pada dasarnya kurang baik bagi balita, meski sudah banyak susu-susu formula yang disesuaikan dengan kebutuhan si Bayi. Menurut penelitan USAID bahwa pemberian ASI ekslusif mampu memberikan kekebalan tubuh bagi bayi terhadap penyakit serta mampu menurunkan angka kematian bayi di Jawa Timur hampir 13%.
Dirinya berharap dengan adanya kerjasama ini, persoalan-persoalan kesehatan yang melingkupi masalah persalinan dan pemberian ASI bisa diselesaikan. Dengan harapan kedepan angka-anagka kematian ibu dan bayi bisa ditekan sedemikian mungkin hingga ke pelosok desa. (put)

Advanced Search

   Produk SKPD