JELANG IDUL QURBAN, HARGA DAGING SAPI RP 73.500/KG

Senin, 22 Oktober 2012 | 10:08


Menjelang Idul Adha/Idul Qurban 1433 H harga bahan pokok khususnya daging sapi merangkak naik di berbagai pasar tradisional di Jatim. Minggu lalu harga daging kualitas (KW) I masih dalam kisaran Rp 69.700/ka kini naik menjadi Rp 73.500/kg, sementara daging KW II berkisar Rp 70.000/kg dan kw III Rp 68.000/kg.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim Ir Budi Setiawan MM di kantornya Jl Siwalankerto Utara, Surabaya, Senin (22/10) mengatakan, naiknya harga daging pada akhir Oktober ini salah satu penyebabnya harga sapi naik. Kenaikan tersebut dipicu permintaan pasar sapi cukup tinggi menjelang Idul Adha. Naiknya harga daging saat ini sifatnya hanya sementara dan dipastikan setelah Idul Adha harga daging sapi akan normal kembali.

Dikatakan, naiknya harga ternak khususnya sapi dan kambing menjelang Hari Raya Qurban diharapkan bisa dinikmati para peternak. Tetapi jika momen tahunan Idul Qurban tidak bisa meningkatkan kesejahteraan para peternak maka perlu ditata kembali tata niaga peternakan. Oleh sebab itu para peternak Jatim harus mempunyai perkumpualan atau kelompok yang kuat sehingga kegiatannya kolektivitas yang berdampak membaiknya harga ternak dan bisa mensejahterakan peternak.

Menurut Budi, pada Idul Qurban 2012 banyak sapi Jatim yang dijual dan dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. Keluarnya sapi Jatim ke pasar-pasar di berbagai daerah di Indonesia tidak akan berdampak pada Jatim sendiri. Karena Jatim merupakan daerah surplus ternak dan surplus daging di Indonesia. Berikut data terakhir harga rata-rata kebutuhan bahan pokok tingkat eceran dari Disperindag Jatim dan hasil pengamatan reporter JNR di pasar tradisional di Surabaya Senin (22/10).

Harga makanan pokok beras kualitas menengah ke atas premium seperti pandan wangi, mentik wangi Rp 9.500/kg, bengawan super Rp 9.300/kg, bramo Rp 8.600/kg. Harga beras kelas midium IR 64 Rp 7.700kg, beras dolog Rp 7.000/kg. Tepung terigu segi tiga biru Rp 7.000- Rp 7.100/kg, jagung pipilan kering Rp 5.100/kg, serta ubi kayu basah saat ini Rp 3.000/kg

Gula pasir lokal Rp 11.000 /kg, gula merah Rp 12.500/kg, minyak goreng curah kualitas bagus turun dari Rp 9.800.kg, minyak goreng Bimoli kemasan botol plastik Rp 13.600/liter, garam bataan Rp 350-Rp 600/250gram, dan garam hancur beryodium Rp 3.500/kg dan ikan asin teri Rp 42000/kg.

Daging ayam broiler Rp 24.500/kg daging ayam kampung Rp 44.000/ekor, teluar ayam Rp 14.000/kg dan telur ayam kampung Rp 23.500/kg.

Harga sayur-mayur cukup stabil seperti kentang masih dalam kisaran Rp 7.000/kg , wortel Rp 7.600/kg, tomat sayur Rp 5.400/kg, kubis Rp 5.000/kg, kacang tanah Rp 16.100/kg, kacang hijau Rp 11 500/kg. Cabe rawit Rp 14.000/kg, cabe merah besar biasa Rp 13.300/kg. cabe merah keriting Rp 16.000/kg, bawang merah Rp 8.600/kg dan bawang putih Rp 13.500/kg.

Kedelai impor berkisar Rp 8.400/kg, kedelai lokal Rp 8.400/kg, apel merah impor Rp 2.500/kg, pisang ambon Rp 16.500/sisir, pisang raja super Rp 17.500/sisir, pepaya Rp 3.500/kg. Harga semen gresik sekitar Rp 49.700/40kg/zak dan semen tiga roda (abu-abu) Rp 47.250/40kg/zak.

Sedangkan harga ternak sapi rata-rata untuk katagori cukup Rp 7,5juta/ekor , sedangkan untuk ukuran cukup Rp 9 juta/ekor dan ukuran besar Rp 10-Rp 15 juta/ekor. (ryo)

Advanced Search

   Produk SKPD