JATIM TARGET EKSPOR ANTAR PROVINSI RP 300 TRILIUN

Selasa, 9 Oktober 2012 | 14:46


Hingga semeseter I tahun 2012, jumlah ekspor antar provinsi yang dicapai Jawa Timur mampu mencapai Rp 140,9 triliun. Dari besarnya perolehan itu, Gubernur Jatim, DR H Soekarwo menargetkan pencapaian dapat terus meningkat hingga semester II atau akhir tahun bisa mencapai Rp 300 triliun.

“Dari hasil ekspor antar provinsi, Jatim mampu menjual produknya terbesar ke Provinsi Kalimantan Selatan. Selebihnya, merata hampir ke seluruh provinsi se-Indonesia,” ujar Pakde Karwo di Sidoarjo, Selasa (9/10).

Perdagangan Jatim antar provinsi di semester pertama 2012 sebesar Rp 140,9 triliun itu diperoleh dari modal sebesar Rp 113 triliun. Artinya, Jatim memperoleh surplus Rp 27,9 triliun. “Uang surplus itu beredar di masyarakat Jatim pelaku ekonomi dari UMKM yang terus berkembang pesat,” katanya.

Dengan target setahun mencapai Rp 300 triliun, diyakininya dapat tercapai dan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi yang bagus di atas 7 persen, “Jatim masih berpotensi dapat terus berkembang,” katanya.

Selama ini, lanjut Pakde Karwo, menggerakkan perekonomian rakyat melalui wadah UMKM juga mampu meningkatkan pendapatan per kapita masyaralat Jatim sebesar Rp 27 juta per kapita atau setara 3.000 dollar AS.

Pendapatan per kapita Jatim itu naik. Dari data tahun 2008 akhir, saat itu mencapai Rp 16 juta per kapita. “Peningkatan pendapatan per kapita ini cukup luar biasa atau naik 68 persen dari 2008. Ini akan dapat terus naik karena banyak petarung ekonomi di Jawa Timur,” ujar Pakde Karwo. Ditargetkannya, pendapat per kapita dapat naik hingga 90 persen di 2013 mendatang.

Guna meningkatkan ekspor antar provinsi, Jatim juga membuka kantor perwakilan dagang di 14 provinsi dari 10 provinsi yang sudah ada. Ke-14 provinsi itu antara lain, Bengkulu, Bangka Belitung, Sumatera Selatan, Lampung, Bali, Kalimantan Tengah, dan Sulawesi Tengah. Upaya tersebut adalah semata-mata untuk membangun optimisme pasar di saat pasar ekspor tengah lesu akibat krisis perekonomian dunia.

Komoditi yang diperdagangkan antara lain, beras, pupuk, tiang pancang, bungkil kacang, gula pasir, garam, minyak goreng, dan tepung terigu. Seperti diberitakan, ekspor Jatim turun sekitar 30 persen pada triwulan I 2012 dari 7,1 miliar dollar AS menjadi 5,4 miliar dollar AS menyusul krisis ekonomi yang terjadi di negara-negara Eropa.

Meski begitu, lanjut dia, Jatim tetap optimistis mampu mengejar pertumbuhan ekonomi di posisi 7,5 persen pada akhir 2015 dengan meningkatkan aktivitas perdagangan antar pulau dan antar provinsi. (afr)

Advanced Search

   Produk SKPD