SEBANYAK DUA RIBU KONVERTER KIT BBG SEGERA DI PASANG DI JATIM

Rabu, 26 Sepember 2012 | 21:40


Guna melakukan pengendalian subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang terus menunjukkan peningkatan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sampai akhir 2012, mentarget memasang 2000 konverter kit bahan bakar gas (BBG) ke moda transportasi di wilayah Jawa Timur.
    Kepastian ini seperti diungkapkan Heningtyas Kepala Subbagian penyiapan rencana dan program Ditjen Migas saat menggelar sosialisasi dan edukasi pemakaian BBG untuk transportasi secara aman di Hotel Ibis Surabaya, Rabu (26/9). “Sosialisasi ini untuk memberikan pilihan kepada masyarakat untuk mendapatkan energy alternative yang murah juga aman,”katanya.
    Menurutnya, dari 2000 konverter kit yang rencanakan, tahap awal akan di pasang 100 konverter kit pada mobil dinas dilingkungan Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya. Sementara sisanya sebanyak 1900 buah saat ini telah diajukan untuk dilakukan pembahasan. Maksimal ditarget pada akhir desember telah terpasang untuk transportasi umum di Jawa Timur, khususnya di wilayah Surabaya, Gresik dan Sidoarjo. “Transportasi umum yang akan dipasang, nantinya harus melalui uji kelayakan terlebih dahulu, dari bengkel resmi Auto Gas yang ditunjuk pemerintah untuk memasang instalasi,” paparnya.
    Untuk menunjang pengoperasian converter kit di Jatim, Lanjut Heningtyas, pemerintah pusat dalam waktu dekat akan membangun 4 stasiun pengisian bahan bakar gas (SPBG). Yakni 2 di Kota Surabaya, 1 di Gresik serta 1 di Sidoarjo. “Jika kedepan semakin banyak converter yang telah di pasang, idelanya kota Surabaya saja harus memiliki 12 SPBG cabang,” Ungkapnya.
    Aji Dwi Wibowo technical Manager PT Auto Gas Indonesia dikonfirmasi untuk pemasangan instalasi di wilayah Jawa Timur, mengatakan, saat ini Auto Gas telah membangun bengkel resmi di kawasan Bungur Asih Sidoarjo. Jika total 2000 terpasang rencananya juga akan membangun cabang di Gresik dan Sidoarjo. “Bengkel ini untuk mengcover program percontohan pemasangan 100 konverter mobil dinas. Sedangkan jika 1900 sisanya sudah selesai di distribusikan. Perusahaan akan membangun bengkel cabang,”katanya.
    Ditanya terkait faktor bahaya penggunaan converter kit ini, Aji menjelaskan, secara instalasi dan sistem aman bagi kendaraan. Karena peralatan yang dipasang sudah bersertifikat nasional dan internasional.
    “Tetapi budaya masyarakat kita, itu senang meng otak-atik sendiri, makanya sering terjadi kecelakaan,”imbuhnya. Karena itu, pihaknya berharap agar para pengguna datang ke bengkel resmi jika terjadi kerusakan pada instalasi konverter kit.
    Selain melayani pemasangan converter kit, bengkel resmi ini, lanjut Aji juga melayani perawatan gratis selama dua bulan. Selanjutnya, untuk memberikan jaminan kemanan, pengguna dibekali dengan buku pedoman terkait petunjuk pemakaian serta cara perawatan. (fad)

Advanced Search

   Produk SKPD