IMPORTIR HARUS SERAP GARAM LOKAL

Senin, 24 Sepember 2012 | 13:22


Pemerintah meminta kepada importir garam terlebih dahulu harus menyerap garam lokal sebelum melakukan importasi. Kebijakan tersebut dapat mendorong serapan produksi garam rakyat, sehingga jika terserap seluruhnya maka harga garam akan tetap terjaga sesuai dengan HPP.
Kepala Pusat Data Statistik dan Informasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),  Indra Sakti, SE, MM, Senin (24/9) mengatakan, saat ini stok garam di tingkat petambak yang masih menumpuk sebesar 207 ribu ton. Garam tersebut merupakan sisa stok hasil dari produksi garam rakyat 2011 sebesar 61.163 ton dan hasil dari panen awal garam rakyat 2012 sebesar 139.545 ton.
Pemerintah menetapkan harga dasar garam yang sudah cukup tinggi, jauh lebih tinggi jika dibandingkan 2009. Harga Pokok Pembelian (HPP) garam yang ditetapkan pemerintah pada tahun 2011, yaitu Rp 750 rupiah/kg untuk garam kualitas satu dan garam kualitas kedua dipatok Rp 550 rupiah/kg.
Untuk menjaga harga garam di tingkat petambak dan menumbuhkan gairah petambak lokal, KKP telah mengusulkan larangan untuk mengimpor garam. HPP garam bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petambak garam sehingga hal itu dapat memacu produksi garam dalam negeri.
            Larangan impor garam ditetapkan menjelang masa panen garam yang dalam satu musim panen berlangsung selama 90 hari mulai Agustus hingga Oktober. Sejatinya, kebijakan dalam mengimpor garam dilakukan berdasarkan hasil kesepakatan empat menteri sebelumnya, yakni  Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. Tercatat total kebutuhan garam nasional 2012 mencapai 3,2 juta ton dengan 1,8 juta untuk garam industri dan 1,4 juta ton garam konsumsi.
            Pemerintah meminta agar PT Garam mampu memanfaatkan lahan seluas 5.700 ha sehingga diharapkan mampu mendongkrak produksi garam hingga 120 ton/ha/tahun guna mengejar target swasembada garam pada 2014. Pasalnya, hingga kini dengan luas 5.700 ha PT Garam hanya mampu memproduksi 72 ton/ha/tahun. Padahal lanjutnya, ada sejumlah pengusaha garam swasta yang mengadopsi demplot PUGAR dengan teknologi sederhana mampu menghasilkan 120 ton/ha.
KKP terus berupaya menggencarkan program pengembangan usaha garam rakyat (PUGAR) guna meningkatkan produksi garam secara maksimal. Sebelumnya sejak 2011, KKP telah melaksanakan program PUGAR dengan dukungan anggaran sebesar Rp90 miliar. Arah kebijakan dan program PUGAR dinilai mampu mendukung swasembada garam nasional.
Implementasi kebijakan dan program tersebut diatas, ditempuh melalui pemberdayaan yang difokuskan pada kesempatan kerja dan peningkatan kesejahteraan bagi petambak garam. Fungsinya memperkuat kapasitas sumber daya manusia pada masyarakat pesisir, penguatan kelembagaan dan pemangku kepentingan di sektor garam.
PUGAR dilaksanakan untuk menanggulangi kemiskinan bagi para petambak garam serta peningkatan produksi dan kualitas produk garam. Hasil dari program tersebut cukup efektif dalam menggenjot produksi pergaraman nasional, disamping memperluas lapangan pekerjaan.
Kegiatan PUGAR tahun 2012 merupakan keberlanjutan dari kegiatan serupa sebelumnya yang akan dilaksanakan di 40 Kabupaten/ Kota (7 Kab/Kota sebagai sentra PUGAR dan 33 Kab/Kota sebagai penyangga PUGAR) dengan mengintensifkan potensi lahan garam yang ada. Adapun bertambahnya empat Kabupaten/Kota penerima, yakni Kabupaten Karawang, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Lombok Tengah.
KKP akan melanjutkan berbagai program, di antaranya pengembangan teknologi bio membran, peningkatan peran penyuluh garam serta koordinasi lintas kementerian. Untuk merealisasikan target produksi tahun ini sebesar 1,3 juta ton garam rakyat, KKP mengalokasikan BLM dan Non BLM sebesar Rp.107,6 Miliar. Sebanyak 29.000 petambak garam yang tergabung dalam 3.035 kelompok usaha garam rakyat dilibatkan untuk menggarap lahan garam seluas 16.500 ha. Lewat program PUGAR 2012, KKP menargetkan dapat memproduksi garam konsumsi nasional sebesar 1.7 juta ton. Target produksi itu terdiri atas kegiatan PUGAR sebesar 1.32 juta ton dan PT Garam sebesar 385 ribu ton. (jal,sti)

Advanced Search

   Produk SKPD