SATU BULAN JELANG KEBERANGKATAN, 21.444 PASPOR CJH RAMPUNG

Selasa, 7 Agustus 2012 | 13:21


Sebulan menjelang keberangkatan calon jamaah haji (CJH) ke Tanah Suci, Kementerian Agama (Kemenag) Kanwil Jawa Timur sudah melakukan persiapan. Diantaranya untuk urusan paspor.

Mulai 15 Mei 2012 lalu hingga sekarang, sudah ada 21.444 paspor calon jamaah haji yang sudah dikirim ke Kemenag Jatim dari imigrasi daerah. Dari jumlah itu, 20.000 diantaranya sudah dikirim ke Kedutaan Besar Arab Saudi untuk diuruskan visa. Atau sudah 63 persen dari keseluruhan jamaah calon haji Embarkasi Surabaya.

"Mulai 15 Mei, sudah mulai koordinasi dengan imigrasi daerah. Sudah action, Alhamdulillah hasilnya sangat bagus," kata Sudjak Kepala Kanwil Kemenag Jatim di sela-sela buka bersama dengan wartawan, senin petang, (6/8).

Sudjak menjelaskan, untuk sisa paspor jamaah lainnya masih akan dikoordinasikan dengan imigrasi daerah. Targetnya, seminggu sebelum keberangkatan, seluruh paspor sudah tuntas. Khususnya mereka yang termasuk kloter awal.

Tahun ini, Jawa Timur mendapat kuota 33.935 calon jamaah haji. Jumlah ini sama dengna tahun lalu. Dijadwalkan kloter pertama tiba di Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada 20 September 2012 dan berangkat menuju Tanah Suci keesokan harinya menggunakan Saudi Arabia Airlines.

Ada yang berbeda dengan pelaksanaan ibadah haji 2012 ini. Embarkasi Surabaya yang sebelumnya terdiri dari 4 provinsi, kini menjadi 3 provinsi. Yaitu Jawa Timur, NTT dan Bali dengan total 82 kloter.

Sementara 10 kloter asal NTB mulai tahun ini sudah memiliki embarkasi sendiri. Sebenarnya sudah sejak lama, NTB berkeinginan untuk memisahkan diri dari Embarkasi Surabaya. Tapi baru sekarang bisa teralisasi.

Sementara itu terkait porsi kebarangkatan haji, bagi masyarakat Jatim yang daftar haji tahun 2012, dipastikan baru bisa berangkat tahun 2023. Itupan saat ini hanya tersisa sekitar 7.919 Kursi. Praktis, diperkirakan dua bulan mendatang porsi keberangkatan tahun 2023 sudah terpenuhi.

“Daftar tunggu keberangkatan haji Jatim saat ini sudah mencapai kisaran 12 tahun. Padahal pada tahun 2011 hanya sekitar 10 tahun. karena itu, jika daftar tahun ini, baru akan bisa berangkat tahun 2023. Itu saja hanya tersisa sekitar 7 ribu kursi,” pungkasnya. (fad)

Advanced Search

   Produk SKPD