PEMBANGUNAN UNIVERSITAS NU DIMATANGKAN

Jumat, 3 Agustus 2012 | 13:25


Tekad Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Sidoarjo membeli bangunan Pondok Pesantren Queen Aflah (QA) yang mangkrak, untuk disulap menjadi Universitas NU segera menjadi kenyataan.

Apalagi langkah ini mendapat dukungan penuh dari pengurus PBNU maupun Pemkab Sidoarjo, meski dibutuhkan dana sekitar Rp 50 miliar untuk take over lahan dan bangunan QA berlokasi di Pagerwojo, Sidoarjo. Rencana itu pun saat ini sudah dimatangkan dengan proses realisasi pembebasan lahan. Jika tanpa kendala, diharapkan sebelum tahun 2015, Proyek pembangunan universitas sudah rampung.

“Saat ini proses penyelesaian tanah. kita harap sebelum tahun 2015, kampus NU pertama di Jawa Timur akan terwujud,” kata Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah dikonfirmasi, Jumat (3/8).

Dia menuturkan, upaya pendirian perguruan tinggi NU di seluruh Indonesia ini sebagai bagian dari kiprah NU dalam upaya mencerdaskan bangsa. Keputusan tersebut juga menjadi salah satu rekomendasi Muktamar ke-32 NU di Makassar 2010.

Dikonfirmasi terkait perbedaan dengan universitas-universitas NU lain, tetapi tidak menggunakan label NU, Mutawakkil menjelaskan, jika nanti sudah terwujud, Universitas NU di Sidoarjo ini akan menjadi rujukan bagi sekolah maupun madrasah dan pondok pesantren di Jawa Timur untuk melanjutkan pendidikan.

“Sengaja dibangun dekat ibukota provinsi agar masyarakat mudah mengakses. Karena diharapkan jadi rujukan, jurusan yang dibuka lebih lengkap dengan fasilitas yang memadahi,” jelasnya mantap.

Seperti diamanatkan PBNU, sebagai bagian dari kiprah NU upaya mencerdaskan bangsa, setiap PWNU minimal harus punya satu universitas.

Sekretaris Jenderal PBNU Marsudi Syuhud dalam lokakarya pembinaan perguruan tinggi NU mengatakan, pengembangan pendidikan tinggi NU merupakan salah satu rekomendasi Muktamar ke-32 NU di Makasar 2010.

Untuk mencapai target tersebut, lanjut Marsudi, perlu dilakukan kerjasama dengan berbagai pihak, mengingat pendirian perguruan tinggi memerlukan banyak energi, terutama dana.

Ia mengatakan, untuk pendirian satu program studi diperkirakan biaya yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp 3 miliar, sehingga untuk pendirian satu universitas minimal memerlukan biaya awal sampai Rp 50 miliar.

"Tentu ini bukan perkara yang mudah, karena itu diperlukan kerja bareng. PBNU siap memberikan dukungan jika memang diperlukan," katanya. (fad)

Advanced Search

   Produk SKPD