JATIM PERBARUI RAIH REKOR MURI IUD

Jumat, 22 Juni 2012 | 12:30


Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Jawa Timur berhasil membuahkan rekor baru Pelayanan KB IUD secara serentak di 38 kabupaten/kota sebanyak 29.306 akseptor. Sebelumnya, pada tahun 2011 dengan jumlah akseptor 24.262.
“Saya merasa bangga dan bersyukur, pemecahan MURI IUD berjalan dengan lancar. Sebenarnya target kami hanya 27.000, akan tetapi berkat kerjasama yang sangat baik antara BKKBN, IBI dan Dinkes, target itu terlampaui. Saya berterima kasih sekali kepada ibu-ibu bidan juga dokter yang telah berkerja keras membantu pelayanan untuk membuahkan rekor MURI baru ini,” ujar Kepala Perwakilan BKKBN Prov Jawa Timur, Djuwartini, SKM, MM, di Surabaya, Jumat (22/6).
Dengan pelayanan yang membuahkan rekor MURI, Djuwartini berharap semangat kebersamaan ini selalu terus dipupuk dan dilanjutkan guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
Dia menjelaskan, rekor pelayanan KB IUD secara serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sebelumnya sudah pernah diraih pada tahun 2011 dengan jumlah akseptor 24.262. Pada tahun ini berhasil dicapai rekor baru dengan perolehan jumlah 29.306 akseptor. Dengan rekor baru ini, Jawa Timur menjadi provinsi yang paling bayak mengoleksi rekor MURI yang berkaitan dengan bidang KB.
Berbagai rekor MURI yang diraih itu, lanjutnya, antara lain pelayanan KB Suntik dengan peserta 8.276, pelayanan KB MOP dengan peserta 340 akseptor, permainan KB responsif gender dengan beberan terbanyak yaitu 38 beberan, pelayanan KB MOW dengan peserta terbanyak 3850 akseptor (28 Februari 2012) dan pelayanan KB implant dengan peserta terbanyak 32.098 akseptor (12 Mei 2012).
Dalam pemecahan rekor MURI kali ini, tim pengumpul data yang dipimpin oleh dr. Sofyan Rizalanda pada pukul 14.00 WIB angka yang masuk baru tercapai 12.000, sementara waktu hanya dibatasi sampai pukul 16.00. Namun setelah melewati pukul 14.00 WIB, angka terus naik dan mencapai puncaknya sampai 29.306 akseptor. Dari 38 kabupaten/kota yang paling banyak menyumbang askseptor adalah Kabupaten Mojokerto dengan 3.232 akseptor.
“Penyumbang kedua dari Kabupaten Jember dengan 2.126 askseptor. Sementara kabupaten kota yang menyumbang akseptor lebih dari seribu antara lain Kabupaten Sidoarjo, Kab. Ngawi, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar,” paparnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, pelaksanaan pelayanan KB IUD ini, telah menerjunkan sebanyak 4.416 bidan, para bidan ini sudah mendapat pelatihan CTU. Jumlah bidan di Jawa Timur saat ini mencapai 16.135, 2016 di antaranya telah tersertifikasi bidan delima. “Untuk pelaksanaan pemasangan IUD ini semua akseptor tidak dipungut biaya atau digratiskan. Sedangkan untuk biaya operasionalnya, dana yang dikeluarkan untuk setiap akseptor adalah Rp. 85 ribu,“ urainya.
Sertifikat rekor MURI Pelayanan KB IUD dengan nomor rekor 5466 diserahkan oleh pihak MURI kepada Perwakilan BKKBN Jawa Timur sebagai Pemrakarsa, juga Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur dan IBI Jawa Timur sebagai Penyelenggara. (ris)

Advanced Search

   Produk SKPD