SEKDA LANTIK 219 ESELON IV

Jumat, 8 Juni 2012 | 10:57


Gerbong mutasi pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur kembali bergulir. Mutasi ini merupakan kali pertama di tahun 2012. Terakhir mutasi bergerak pada 30 Desember 2011 Tahun ini mutasi pejabat Eselon II,III dan IV. Setelah pagi hari Gubernur Soekarwo melantik sembilan orang yang termasuk pejabat eselon II dan 75 orang lainnya pejabat eselon III, pada siang harinya Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Dr H Rasiyo mewakili gubernur melantik 219 pejabat eselon IV.

Sekda Provinsi Jatim Dr H Rasiyo, mengatakan, pejabat Eselon IV harus bisa memahami secara substansial dalam menjabarkan visi dan misi gubernur secara konkrit. Sekecil apapun yang dilakukan harus memberikan sumbangsih terhadap visi misi gubernur. Kalau tidak menguasai substansi sama saja seperti tidak bekerja. “Untuk menunjang pembangunan di Jatim, pejabat eselon IV yang baru dilantik harus bisa menjabarkan visi misi gubernur,” tutur Sekda di Gedung Negara Grahadi, Kamis (7/6).

Menurut Sekda, jabatan strukural eselon IV adalah jabatan yang sangat strategis karena jabatan teknis, sehingga merupakan tumpuan pimpinan.

“Saya minta bekerja sungguh-sungguh tentunya dibawah komando eselon II dan III, harus ada kekompakan yang kita bangun bersama, ada kerukunan, dekat dengan bawahan. Jabatan adalah amanah dan rachmat Allah SWT. Jangan sampai anak buah dibentak-bentak tapi lakukan pendekatan dengan hati, dan komunikatif,” imbaunya.

Dalam kesempatan itu Sekda juga menjelaskan masalah mendasar yang dihadapi Pemprov Jatim terutama kaitan dengan pertumbuhan ekonomi Jatim. Diutarakan, ekspor Jatim ke luar negeri pada triwulan I tahun ini turun sekitar 30%, dari Rp 7,4 triliun menjadi Rp 5,6 triliun. Tetapi ekspor antar provinsi, surplus sekitar Rp 26 triliun.

Maka harus ada upaya sungguh-sungguh karena akhir tahun 2012 pertumbuhan ekonomi harus mencapai 7,5%. Upaya mendorong pertumbuhan ekonomi ini identik dengan kinerja yang akan dilakukan Pemprov Jatim.

Selain itu, UMKM perlu ditingkatkan untuk mendorong petumbuhan ekonomi Jatim. Keberadaan UMKM di Jatim yang berjumlah 4,5 juta UMKM mendorong sekitar 53,85% dari PDRB sebesar Rp 884 triliun ”Dengan koordinasi yang baik, kita yakin target pembangunan di Jatim akan terealisasi dengan baik,” pungkasnya. (fad)

Advanced Search

   Produk SKPD