PENGEMBANGAN SAPI PERAH DI JEMBER CUKUP BERHASIL

Minggu, 20 Mei 2012 | 10:48


Pengembangan sapi perah di kabupaten Jember cukup prospek. Terbukti,  di sejumlah kecamatan seperti Sumberbaru, Gumukmas, Puger, Ambulu, Temperjo, Arjasa, Kaliwates, Tanggul, Mumbulsari, Panti dan Silo warga setempat mulai banyak beralih pemeliharaannya yang semula sapi lokal ke sapi perah.  
Hal itu telah dilakukan berbagai pertimbangan dan kajian pola pendekatan ekonomis. Sehingga terjadi perbedaan yang cukup signifikan dimana peternak memelihara sapi perah otomatis setiap harinya akan mendapatkan susu segar yang bisa dikonsumsi sendiri maupun di jual langsung otomatis peternak akan memperoleh masukan financial setiap harinya.  Bahkan peternak juga bisa mendapatka dagingnya bilmana ingin menjualnya. Oleh karena itu melalui pola peternak sapi perah praktis akan mendapatkan banyak keuntungan dan manfaat yang bisa dipastikan.
Kepala Dinas Peternakan Perikanan dan Kelautan Pemkab Jember, Ir H Mahfud Affandi, Kamis (17/5) mengatakan,  pola pengembangan sapi perah (sapi susu) di wilayah kabupaten Jember sangat memungkinkan sekali bahwa potensi alam dan ketersediaan pakan ternak hijau cukup memadai. Hanya saja semua itu tergantung kepada kamauan dan komitmen dari warga masyarakat peternak itu sendiri untuk lebih mengembangkan sektor peternakan sapi  susu  ini, tandasnya.
Dengan produksi yang lebih besar ada kemungkinan pabrik susus Nestle Pasuruan akan membuka cabangnya di  Jember asalkan  suplai susu segar dari peternak Jember bisa kontinyu dan berkelanjutan. Dari suplai susu segar itulah mengindikasikan bahwa peternak  setiap harinya akan  menerima masukan atau pendapatan yang ajeg.
Sementara ini, jumlah populasi sapi perah di Jember  sekitar 1.000 ekor lebih yang  tersebar disejumlah kecamatan potensial.  Diprediksi suplai susu ke pabrik susu Neslte ke  Pasuruan peternak mampu memasok 10 ribu liter setiap dua hari sekali. Dari data ini menunjukkan bahwa susu Jember memiliki potensi yang kemungkinannnya akan lebih besar dan mampu memproduksi dengan jumlah yang lebih besar pula.
Sementara ini dari sekian kecamatan pola pengembangan ternak sapi perah  barulah  kecamatan  Sumberbaru terbilang besar. Oleh karenanya pola semacama itu bisa dicontoh dan dikembangkan di masing-masing kecamatan bersama para peternak yang ulet dan fokus dibidang penanganan sapi perah. Bilmana  susu segar bisa di pasok secara besar-besaran oleh kabapaten Jember di prediksi warga  Jember juga akan kaya nutrisi kandungan susu sapi dan bisa dibayangkan masyarakat setiap harinya bisa mengkonsumsi susu segar secara langsung .
Hanya saja untuk bisa mendapatkan keuntungan dan pendapatan dari pola beternak sapi perah yang  baik paling tidak seorang peternak harus memilki minimal 4 ekor sehingga penghasilan per harinya bisa dihitung. Namun begitu bilamana ingin mendapatkan keuntungan yang lebih besar lagi tentu saja sapi yang dimiliki peternak haruslah lebih besar lagi dalam jumlah (put).
 

Advanced Search

   Produk SKPD