TINGKATKAN PELAYANAN, DIRLANTAS LUNCURKAN PROGRAM E-SAMSAT

Selasa, 27 Sepember 2011 | 20:27


Guna meningkatkan pelayanan prima kepada masyarakat di Jawa Timur, Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur bekerjasama dengan Bank Mandiri meluncurkan layanan E-Samsat.
Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol Sam Budigusdian saat ditemui di Mapolda Jatim, Selasa (27/9) sore mengatakan, tujuan meluncurkan E – Samsat ini untuk mempermudah masyarakat dalam mengurus perpanjangan Pajak Surat Tanda Kendaraan (STNK) .
“Jadi mulai besok program E-samsat akan dipamerkan dan dilaunching oleh Pak Gubernur di Madiun dalam acara Pameran Layanan Publik yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jatim,” ujarnya.
Ketika ditanyai cara mengakses program E-Samsat ini, ia mengatakan cukup mengakses atau membrowsing di Internet dengan website e-samsatjatim.  “Program E – Samsat ini merupakan program pertama di Indonesia dan Jatim merupakan contoh proyek penggunaan E samsat ini,” tutur Dirlantas Polda Jatim saat didampingi oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Rachmat Mulyana.
Selain itu, Polda juga akan mempamerkan beberapa program pelayanan publik yaitu Traffic Safety Awareness Therapy (T.Sat) BPKB Smart Excellent Service, SAM (Surveillance Accurate Mobile), AND 6768, Smart Lantas Renmin.
Melalui transaksi E-Samsat, masyarakat dapat membayar pajak kendaraan bermotornya dimana saja dan kapan saja. Caranya, masyarakat cukup mengakses website e-samsatjatim.
"Melalui kerjasama ini, masyarakat jawa Timur dapat membayar pajak kendaraan bermotor melalui chanel Bank mandiri, baik cabang maupun elektronic channel seperti ATM, internet banking atau SMS banking," ujarnya.
Menurutnya, peluang bisnis dari kerjasama tersebut cukup besar dan potensial untuk memperkuat jaringan elektronik Bank Mandiri. Apalagi jumlah pemilik kendaraan bermotor di wilayah Jawa Timur mencapai sekitar 10 juta pemilik.
"kami berharap layanan E-samsat ini dapat meningkatkan efisiensi penarikan pajak kendaraan bermotor oleh Samsat Jatim, sehingga mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)," tuturnya.
Terkait jumlah nilai transaksi ia mengatakan tergantung berapa nilai pajak kendaraan bermotornya. "Tentunya kalau semua berjalan lancar, kurang lebih 10 juta motor. Kita bisa lihat berapa rata-rata pajak kendaraan bermotornya. Ya itulah uang yang menjadi bagian dukungan Bank Mandiri untuk membantu penerimaan pajak di Jatim," ujarnya. (pca)

Advanced Search

   Produk SKPD