PUSPA AGRO BEROPERASI, PENGUNJUNG PUSPA LEBO BERKURANG

Jumat, 15 Oktober 2010 | 14:33


    Sejak dibuka dan beroperasinya Pasar Induk Puspa Agro di Kabupaten Sidoarjo beberapa waktu lalu, jumlah pengunjung Pusat Studi dan Pengembangan Hortikultura (Puspa) di kawasan Lebo, Kabupaten Sidoarjo bekurang. Semula, tempat tersebut merupakan pusat pelatihan dan percontohan pertanian. Namun karena fasilitasnya juga akan dimiliki Puspa Agro, kini sebagian pengunjung mulai berkurang.
    Kepala Seksi Pengembangan Agrobisnis dan Hortikultura, Dinas Pertanian Jatim, Sumianto Aji, Jumat (15/10) mengatakan, meski kini jumlah berkurang, pihaknya tidak khawatir dengan kondisi tersebut. Karena sejak awal keberadaan Puspa Lebo adalah sebagai tempat pelatihan dan percontohan teknologi serta produksi pertanian, bukan pasar produk agrobis.
    Dikatakannya, jumlah pengunjung Puspa Lebo yang berkurang adalah masyarakat yang ingin membeli buah hasil pertanian yang masih segar. Namun karena barang-barang tersebut kini banyak tersaji di Puspa Agro, maka pembeli lebih memilih di lokasi tersebut.
    Sampai saat ini, dalam setiap minggunya hampir lebih dari lima kali menerima kunjungan mahasiswa, kelompok tani atau siswa yang melakukan studi banding di Puspa Lebo. Pengujung yang berkurang adalah masyarakat yang secara individu mampir untuk membeli buah. Karena sepi pembeli, akhirnya kini hasil buah banyak yang dikulak oleh distributor.
    Di Puspa Lebo, beberapa fasilitas yang dimiliki, meliputi pusat percontohan hortikultura dataran rendah menuju pertanian organik, penyediaan bibit bermutu,  perbaikan penanganan pasca panen, pengolahan hasil, dan pengembangan pasar.
    Lebh lanjut Sumianto Aji menambahkan, untuk meningkatkan daya saing komoditas pertanian, perlu dilakukan pengembangan agribisnis terutama untuk tanaman hortikultura dataran rendah, meliputi tanaman buah-buahan, sayur-sayuran, tanaman hias dan tanaman obat keluarga (Toga).
Program tersebut perlu diarahkan menjadi agribisnis dalam rangka memanfaatkan peluang dan keunggulan komperatif, antara lain iklim yang bervariasi, tanah yang subur, tenaga kerja yang banyak, serta lahan yang tersedia. Produk Hortikultura perlu ditumbuh kembangkan agar mampu mencukupi pasar dalam negeri termasuk agroindustri, serta memenuhi pasar luar negeri.
Kehadiran Puspa Lebo semula bertujuan sebagai etalase sosok pertanian modern yang dapat pelatihan pelayanan agribisnis sekaligus tempat rekreasi (agrowisata) yang dapat menarik minat generasi muda untuk menggeluti bidang pertanian.
       Sasaran pengembangan hortikultura di Lebo lebih difokuskan pada pengembangan agribisnis hortikultura dataran rendah, mengingat lahan pengembangan hortikultura dataran rendah di Jawa Timur relatif luas dan memiliki potensi yang cukup besar. (jal)

Advanced Search

   Produk SKPD