LPPOM MUI TELITI FILTER ROKOK

Senin, 26 April 2010 | 14:39


Lembaga Pengkajian Pangan Obat-Obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) Provinsi Jawa Timur meneliti filter rokok yang diperkirakan mengandung enzim babi.
    Sekertaris Umum LP POM MUI Jawa Timur, Ainul Yaqin Apt di kantornya, Senin (26/4)  mengatakan, penelitian ini membutuhkan waktu lama. Satu jenis rokok membutuhkan waktu satu minggu.
    Selain itu, penelitian ini membutuhkan biaya yang besar, sehingga penelitian ini pihaknya berkerjasama dengan perguruan tinggi. Kami belum dapat memastikan selesainya penelitian ini, karena proses tersebut masih berlangsung.
     Filter rokok mengandung hemoglobin atau protein darah babi ini terungkap dari hasil riset peneliti dari Eindhoven, Belanda, Christien Meinderstma, bersama Profesor Kesehatan Masyarakat dari University Of Sidney, Simon Chapman. Dalam riset yang diterbitkan sebuah portal berita dari Australia itu disebutkan, filter rokok dimaksudkan untuk menangkap bahan kimia berbahaya.
    Apabila penelitian LPPOM MUI benar maka akan menguatkan fatwa bahwa rokok itu haram. Sebelumnya MUI mengeluarkan dua fatwa untuk rokok, yakni haram dan mubah.
Sekretaris Umum MUI Jatim, H Imam Tambroni mengatakan, fatwa ini berdasarkan rujukan ulama-ulama yang ada di Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Ada perbedaan fatwa yang dikeluarkan Muhammadiyah yang mengeluarkan fatwa haram, sedangkan NU menfatwakan mubah.
MUI mengeluarkan fatwa haram itu tidak mutlak, namun haram apabila dilakukan anak kecil hingga usia 15 tahun. Selain itu, bagi ibu yang sedang hamil dan apabila orang merokok di depan umum.
Menurutnya, anak kecil memerlukan perlindungan dari bahaya rokok, sebab berdasarkan data yang dia peroleh 99 presen orang yang memakai narkoba pernah merokok. Untuk ibu hamil dilarang, karena ini bisa berdampak pada janin yang dikandungnya.  Sedangkan, di tempat umum dilarang karena mengganggu orang lain yang tidak merokok.
Majelis Tarjih dan Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan fatwa haram merokok, di Jakarta, Selasa (9/3), karena Muhammadiyah merasakan berbagai dampak negatif rokok dalam bidang kesehatan, sosial, dan ekonomi. Sedangkan saat ini ada indikasi pegunaan enzim babi dalam filter rokok. (oby)

Advanced Search

   Produk SKPD