PBVSI SOSIALISASIKAN ATURAN PERMAINAN BOLA VOLI BARU

Senin, 8 Maret 2010 | 11:24


Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Jawa Timu, akan melakukan sosialisasi tentang peraturan permainan bola voli yang baru dengan pengkab/pengkot PBVSI di Jatim. Sosialisasi dilaksanakan pada 13-14 Maret, di Songgoriti Batu.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Perwasitan Pengprov PBVSI Jawa Timur, Drs Yoyok Subagyo, ketika ditemui di Surabaya, Senin (8/3).
Yoyok mengatakan, kegiatan  ini akan dihadiri sekitar 70 utusan dari 37 pengkab/pengkot dan setiap daerah diharapkan mengirimkan Ketua dan Wakil Ketua Bidang Perwasitan dan dua wasit nasional (bila ada).
Dia menjelaskan, aturan permainan bola voli baru yang disosialisasikan seperti jika pemain dalam aksi blok/smas menyentuh net bagian atas (pita putih), itu bukan merupakan suatu kesalahan asalkan usaha yang dilakukan pemain tersebut tidak mengganggu permainan lawan. Bagaimanapun aturan yang baru ini sangat penting untuk disebarluaskan kepada pengkab/pengkot yang nantinya dapat diteruskan kepada pemain di setiap klub/perkumpulan.  
Sebetulnya aturan baru ini sudah diterapkan Federasi Bola Voli Dunia (FIVB) sejak Januari 2009, dan aturan ini sudak dilaksanakan  pada pertandingan seri kejuaraan dunia dan pertandingan bolavoli Sea Games 2009. Keterlambatan diterapkan aturan tersebut di daerah menurut dia tidak ada instruksi/surat edaran dari Pengurus Besar (PB) PBVSI yang ditujukan ke Pengprov PBVSI.
Tujuan utama sosialisasi ini, yakni memberikan pengertian bahwa bolavoli adalah olahraga yang kompetitif, setelah itu menjelaskan kwalitas yang diperlukan agar perwasitan sukses. Karena kompetisi dapat menimbulkan kekuatan, kemampuan, semangat, kreatifitas, dan keindahan.   “Aturan permainan bola voli yang baru ini diterapkan di pertandingan Pro Liga 2010,” ujarnya.
Yoyok berharap, dengan sosialisasi ini daerah dapat mengikuti perkembangan aturan baru, sehingga Jatim yang mendapat julukan sebagai gudangnya para atlet nasional masih tetap mendominasi dalam melahirkan pemain berprestasi baik di level nasional maupun internasional. ”Munculnya potensi bibit atlet muda hendaknya harus dimulai dari pembinaan yang berjenjang dan berkesinambungan dimulai sejak usia dini.,” ungkapnya.(sug)

Advanced Search

   Produk SKPD