DNT KOTA BLITAR TIDAK ALAMI PERUBAHAN

Kamis, 4 Februari 2010 | 15:31


    Daftar Nominatif Tetap (DNT) peserta Ujian Akhir Nasional (UAN) Kota Blitar tidak mengalami perubahan atau tetap seperti dalam Daftar Nominatif Sementara (DNS). Untuk siswa kelas 6 SD yang berhak ikut UASBN sebanyak 2.418 siswa, untuk SMP-MTs sebanyak 3.517 siswa, SMK sebanyak 3.122 siswa dan untuk SMA-MA sebanyak 1.605 siswa.
“Sudah sewajarnya jika DNT tetap, karena sejak bulan Oktober 2009 lalu, tidak diperkenankan adanya mutasi siswa kelas 9,” kata Kapala Bidang Pendidikan Dasar Menengah (Dikdasmen) Dinas Pendidikan Kota Blitar Drs Soefendi MPd, Kamis (4/2).
Seperti diberitakan sebelumnya, Ujian Nasional (UAN) tahun 2010 dimajukan sekitar satu bulan. Untuk UAN tingkat SLTA dari bulan April menjadi minggu ketiga bulan Maret dan untuk UAN tingkat SLTP menjadi  minggu ke 4 bulan Maret.
”Kami tekankan, dengan adanya percepatan pelaksanan ujian nasional, sekolah harus memanfaatkan sisa waktu yang tersisa sekitar dua bulan ini, dengan kegiatan tiada hari tanpa belajar, misalnya mengadakan bimbingan khusus (binsus), try out dan kegiatan lainnya,” katanya.
Dalam pelaksanaan UAN tahun 2010, peserta baik SMP, MTs, SMPLB, MA, SMALB dan SMK dinyatakan lulus jika memenuhi standar kelulusan yang meliputi aspek akademis dan non akademis.
 Aspek akademis antara lain dengan memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25 untuk mata pelajaran lainnya. Khusus untuk SMK, nilai mata pelajaran praktik kejuruan minimal 7,00.
Sedangkan aspek non akademis meliputi kelakuan, kerajinan, dan kerapian memiliki nilai rata-rata minimum baik. Diantaranya lulus ujian praktik (semua program) mata pelajaran Agama, TIK, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Pendidikan Seni dan Pendidikan Jasmani. Program IPA ditambah mata pelajaran Fisika, Kimia, Biologi dan program Bahasa ditambah mata pelajaran Bahasa Asing.
Dia menambahkan, peran orang tua juga diperlukan yakni memberikan memotivasi dan mengawasi anak-anaknya, dengan memberi pengertian untuk tidak bermain sepulang sekolah, atau mengajak untuk meningkatkan belajarnya di rumah.
”Orang tua juga ikut aktif mengawasi anaknya di rumah, dan meminta anaknya tidak meluangkan waktu untuk bermain, tapi untuk belajar. Sebab, suksesnya pelaksanaan ujian nasional tidak hanya bergantung dari peran sekolah semata,” ujarnya. (ern/s)

Advanced Search

   Produk SKPD