KWARDA GELAR KML BAGI KWARCAB WILAYAH BARAT

Kamis, 21 Januari 2010 | 13:22


Untuk meningkatkan kualitas anggota pramuka dewasa untuk membina anggota muda di tingkat Kwartir Cabang, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (Kwarda GP) Jatim menggelar kegiatan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML) yang akan diikuti kwarcab wilayah barat Jatim.
Humas Kwarda GP Jatim, Joko Lelono di kantornya, Kamis (21/1) menjelaskan, KML akan digelar pada 24-30 Januari di Blitar. Adapun Kwarcab yang turut bergabung, yakni dari Blitar, Kota Blitar, Kediri, Kota Kediri, Nganjuk, Madiun, Kota Madiun, Magetan, Pacitan, Ponorogo, Tulungagung, dan Trenggalek.
Ia menuturkan, delegasi dari tiap kwarcab akan mengirimkan dua orang peserta. Program dibawah Bidang Binawasa Kwrada GP Jatim ini, merupakan jenjang kedua pada Kursus Pembina Pramuka Mahir yang dititikberatkan pada praktik membina satuan. Untuk peserta KML adalah lulusan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) yang telah melaksanakan program pemantapan dasar sebelumnya.
KMD adalah jenjang pertama Kursus Pembina Mahir, di mana peserta KMD adalah anggota dewasa yang membina anggota muda di gugus depan. Setelah lulus KMD, seorang pembina diharuskan mempraktikkan dan mengembangkan pengetahuan yang diperolehnya, guna mendapatkan pengalaman membina di gugus depan dalam program pemantapan dasar. Mereka yang telah menyelesaikan pemantapan dasar maka dapat mengikuti KML.
”Pada pelaksanaannya, kwarda nantinya hanya menjadi fasilitator pembinaan dan persiapannya diserahkan sepenuhnya pada kwarcab yang menjadi tuan rumah pelaksanaan.,” ungkapnya.
Sesuai dengan ketentuan kurikulum dan keputusan KaKwarnas Gerakan Pramuka No 90/2001 tentang Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjut (KML), yakni peserta mendapatkan materi kursus 90 (sembilan puluh) jam pelajaran yang ditempuh selama 7 (tujuh) hari efektif.
Jika untuk pelatihan KMD peserta mendapat pengalaman belajar di kelas dan tidur di asrama selama empat hari serta belajar di alam terbuka dan tidur di tenda selama tiga hari, namun untuk KML seluruh proses kursus dilakukan di lapangan, yaitu selama tujuh hari efektif mereka berkemah dan mengikuti proses belajar di alam terbuka dengan kegiatan seperti outbond.
Peserta KML juga mendapatkan materi, yakni dinamika kelompok, pengembangan sasaran kursus, kepramukaan, prinsip dasar peserta didik dan metode, kegiatan sebagai alat pendidikan, penjelajahan, forum terbuka dan rencana tindak lanjut (RTL).
Di samping materi tersebut peserta KML juga mendapatkan materi tentang cara membina, organisasi, kegiatan di alam terbuka, kewirausahaan, satuan karya pramuka (saka) dan pelengkap. Sedangkan peserta KML mendapatkan materi pelaksanaan, metode, jenis kegiatan, tujuan, contoh kegiatan, golongan penegak, ambalan penegak, golongan pandega, racana pandega, dan penerapan kegiatan kepramukaan.
Setelah mengikuti KML, seorang pembina harus melakukan pemantapan lanjutan untuk menjadi seorang Pembina Mahir. Kursus Pembina Pramuka Mahir (dasar dan lanjutan) merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan, karena saling melengkapi. (afr/j)

Advanced Search

   Produk SKPD