KPAP BUAT PERDA TENTANG PENGGUNA NAPZA

Kamis, 17 Desember 2009 | 15:15


Komisi Penanggulangan Aids Provinsi (KPAP) Jawa Timur akan membuat Peraturan Daerah (Perda) tentang pengurangan dampak buruk bagi pengguna Napza di Jatim. Ini terkait dengan problema penyalahgunaan Napza di berbagai daerah di Jatim, bukan lagi semata sebagai pengguna hukum semata tetapi harus segara di tangani secara menyeluruh. Tim Asistensi KPAP Jatim, Dr Windhu Purnomo ditemui usai acara diskusi tentang Perda Napza di Hotel Fortuna Surabaya, Kamis (17/12) mengatakan, perda ini tidak untuk menegasi atau melemahkan peraturan hukum yang ada, melainkan bersifat organic atas peraturan yang lebih tinggi, dan perda ini nantinya akan lebih mendekatkan kepada pengguna Napza yang lebih menghargai dan memenuhi hak asasi manusia. ”Nantinya perda ini sifatnya hanya melindungi masyarakat dari dampak kriminal Napza, dan juga melindungi korban penggunaan napza,” ujarnya. Menurut data KPAP, hingga September 2009 di Jawa Timur yang terkena Aids mencapai 3.133 jiwa dan suntik napza mencapai 1.002 dan total korban meninggal mencapai 680 orang. Secara nasional, yang terkena Aids mencapai 18.422 jiwa, suntik napza mencapai 7.498 jiwa dengan korban meninggal 3.708 jiwa. Sedang dari data Polda Jatim, kasus narkoba sudah banyak menyerang berbagai kalangan, baik kalangan profesi maupun kalangan anak-anak hingga dewasa. Tahun 2007 misalnya, tersangka kasus narkoba yang dilakukan oleh PNS/TNI/Polri sebanyak 49 kasus, swasta sebanyak 2.142 kasus, mahasiswa 52 kasus, dan pelajar 17 kasus. Jumlah tersebut meningkat tajam pada 2008, di mana tersangka kasus narkoba yang menyangkut PNS/TNI/Polri sebanyak 216 kasus, swasta sebanyak 2.517 kasus, mahasiswa 44 kasus, dan pelajar 31 kasus. Sedangkan status tersangka pengguna narkoba 2008, untuk produksi narkoba yang berhasil ditangkap dan jadi tersangka sebanyak 19 kasus, untuk bandar narkoba sebanyak 45 orang, pengedar narkoba 1.759 kasus dan pengguna 1.464 kasus. Berdasarkan jenjang pendidikan, pengguna narkoba yang terbanyak adalah remaja dengan jenjang pendidikan SMA sebanyak 2.586 kasus, SLTP 555 kasus, SD 85 kasus dan Perguruan Tinggi 61 kasus. Secara umum, kasus penyalahgunaan narkoba dari tahun ke tahun di Jatim terus meningkat. Tahun 2004 sebanyak 930 kasus dengan 1.282 tersangka. Tahun 2005 meningkat menjadi 1.492 kasus dengan 2.009 tersangka, dan tahun 2006 sebanyak 1.772 kasus dengan 2.407 tersangka. Sementara tahun 2007 sebanyak 2.255 kasus dengan 2.789 tersangka, tahun 2008 sebanyak 2.525 kasus dengan 3.287 tersangka. Hingga September 2009, terdapat 2.048 kasus dengan 2.650 tersangka. Ia menambahkan, tujuan dibuat perda juga untuk meningkatkan promosi perilaku hidup yang sehat, menjamin kesinambungan upaya pencegahan penyebaran Aids, menyediakan sistem pelayanan perawatan, dukungan, pengobatan, dan pendampingan terhadap korban odha, dan meyelenggarakan upaya pemulihan dan peningkatan kualitas hidup, sehingga semua orang dapat kesempatan sama untuk mendapatkan kesehatan yang baik. Maka itu, ia berharap kepada semua elemen di Jatim dan steakholder dalam kerjasama dalam menegakkan dan mendukung mengurangi dampak napza harus mempertegas dan memberi batasan, sehingga dengan batasan ini dapat mengurangi pengguna napza yang ada di Jatim. “Setiap orang harus mempunyai kesempatan untuk mendapatkan kesehatan yang baik tanpa pengecualian,” harapnya.

Advanced Search

   Produk SKPD