PROV JATIM CAPAI ANGKA FERTILITAS TOTAL 2,1

Rabu, 18 November 2009 | 12:21


Angka Fertilitas Total (AFT) di Provinsi Jawa Timur tampaknya sudah mencapai 2,1 atau mencapai tingkat Replacement Level, artinya setiap wanita digantikan oleh satu anak perempuannya untuk menjaga kelangsungan pergantian generasi. Hal ini dikatakan Kepala BKKBN Provinsi Jatim Drs Muhammad Is MM di sela-sela Pencanangan Kesatuan Gerak PKK KB-Kesehatan Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 Di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Selasa (17/11). Lebih lanjut dikatakan, keberhasilan pelaksanaan program Keluarga Berencana Nasional antara lain ditandai dengan tercapainya angka fertilitas total pada level yang diinginkan. Angka Fertilitas Total (AFT) adalah angka perkiraan jumlah rata-rata yang dimiliki oleh seorang wanita selama masa reproduksinya. “Tampaknya kita ( Prov Jatim, red) sudah mencapai Angka Fertilitas Total 2,1 atau mencapai tingkat Replacement Level, kondisi tersebut tentu sangat menggembirakan karena berlangsung dalam periode survey tahun 2002/2003 dan 2007,” tutur Is. Dia menambahkan, dengan capaian angka tersebut di Jatim sudah relative stabil dalam periode lima tahun terakhir. Demikian pula jika dikaji dari hasil susenas Jatim oleh BPS bahwa perkembanagn TFR dari lima tahun terakhir ini menunjukkan penurunan. mulai tahun 2003 sampai tahun 2008 TFR Jatim sebesar 2,10 menjadi 1,99. Sehingga mendorong terjadinya perubahan visi-misi dan strategi dasar (grand strategi) BKKBN yang dikukuhkan dengan peraturan kepala BKKBN No. 28/HK.010/B.5/2007, tanggal 30 Juni 2007. Visi BKKBN yaitu seluruh keluarga ikut KB sedangkan misinya mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera. Sedangkan strategi dasarnya antara lain menggerakkan dan membudayakan seluruh masyarakat dalam program keluarga berencana, menata kembali pengelolaan program KB, memperkuat SDM operasional program KB, meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga melalui KB dan meningkatkan pemberdayakan program KB. Dia menjelaskan, kebijakan BKKBN yang ingin dicapai antara lain meningkatkan akses informasi dan kualitas pelayanan KB dan kesehatan reprodukksi bagi keluarga, meningkatkan akses pria terhadap pendidikan, konseling dan pelayanan KB serta kesehatan reproduksi, pelayanan bagi keluarga miskin melalui kesepakatan antara Dinas Kesehatan, RS, BKKBN dan PT Askes.(Jamkesmas). Menurutnya, hasil program KB yang telah dicapai Propvinsi Jatim merupakan hasil kerjasama dari berbagai sektor terkait, dan keberhasilan KB ikut andil dalam perkembangan kependudukan di Jatim. Ketua Tim Penggerak PKK Kab Ponorogo Hj Etty Muhadi Suyono mengatakan, komitmen PKK Ponorogo dalam memberdayakan dan menyejahterakan masyarakat tidak pernah berhenti dan senantias melakukan terobosan. Pihaknya fokus pada KB, karena program ini merupakan kunci awal dalam pemberdayan keluarga kecil. “Keluarga kecil itu menjadi kunci terciptanya kesejahteraan dan kemandirian keluarga,” tandas istri bupati Ponorogo. Ety menambahkan, ada program khusus bagi kader PKK dalam menyukseskan program KB, yakni menjadikan semua kader PKK sebagai juru kampanye program KB mulai tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten. “Semua kader itu penggerak, yang memberikan penyadaran sekaligus menggerakkan masyarakat agar ikut KB,” jelas ety. Kerja keras tim penggerak PKK telah membuahkan hasil yakni dengan diterimanya Manggala Karya Kencana, penghargaan dari kepala BKKBN pusat. “Bagi kami penghargan itu bukan tujuan, tapi justru tantangan,“ ujarnya.

Advanced Search

   Produk SKPD