WAGUB MINTA PERSAGI DAPAT MENCEGAH GIZI BURUK DI JATIM

Kamis, 12 November 2009 | 20:07


Wakil Gubernur Jawa Timur Drs Saifullah Wusuf mengharapkan kepada Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI), untuk mencegah gizi buruk di Jatim dengan menambah ahli gizi yang ada di Jatim adalah 1600 orang ahli gizi yang uji kompentensi “Dengan perlunya konsolidasi organisasi Profesi Gizi yang ada di Indonesia maupun Jatim untuk berperan utama dalam mencegah/memecahkan masalah gizi buruk yang berbasis iptek gizi” ujarnya di acara kongres nasional ke IV PERSAGI dan temu ilmiah, di Gramedia Expo Center Surabaya, Jl Basuki Rahmat, Kamis(12/11). Ia menjelaskan, dengan jumlah penduduk Jawa Timur yang mencapai 37 juta jiwa baru memiliki 1600 ahli gizi. Dari 1600 itu, ahli gizi yang memiliki sertifikasi mencapai 450 orang. “Bentuk komitmen kita adalah mendorong setiap desa memiliki Pos Kesehatan Desa (Poskesdes) dan ditambah dengan perawat plus bidan. Mereka bisa diajari soal gizi. Dengan demikian, bisa membantu kekurangan ahli gizi yang ada di Jawa Timur,”ujarnya. Selain Itu, Gus Ipul meminta pemerintah setempat bisa memberikan penyuluhan pada ibu-ibu rumah tangga tentang pentingnya gizi yang baik. Dengan demikian, setiap ibu rumah tangga bisa menyiapkan makanan sehat dan cukup gizi bagi keluarganya. “Tidak cukup dengan itu, secara cultural juga akan dibenahi. Pasalnya, orang yang kaya sekalipun ternyata juga punya masalah terhadap kecukupan gizi dan mereka tidak mengerti gizi yang baik,”ungkapnya. Ia menambahkan dari segi dana, Pemprov Jawa Timur tahun ini menganggarkan sebesar Rp 6 milyar. Anggaran ini naik dua kali lipat dibanding tahun lalu yang hanya Rp 3 milyar untuk peningkatan gizi masyarakat Jawa Timur Karena itu, untuk meningkatkan kesehatan rakyat melalui perbaikan gizi dalam bidang gizi masyarakat, dietetik, gizi institusi dan gizi pangan kepada anak-anak dengan menyiapkan makan seperti sayur, daging. Selain itu, meyiapkan ruang bagi ibu-ibu untuk kunci utama yang mana dengan pemahaman gizi yang ada dirumah untuk pola makan yang bergizi Ketua Umum Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGI) pusat, Dr Drs Arum Atmawikarta MPH, mengatakan dengan hal ini merupakan tantangan besar bagi PERSAGI yang memiliki kekuatan sekita 15.000anggota yang tersebar di seluruh Indonesia dan menempati berbagai posisi di pemerintahan maupun swasta. Penempatan para ahli gizi ini diharapkan dapat menjadi solusi bagi daerah untuk aktif dalam upaya perbaikan gizi masyarakat Ia menambahkan, dengan banyaknya gizi buruk bisa berdampak pada peningkatan kualitas sumberdaya manusia dan daya saing bangsa. Saat ini, kualitas sumberdaya manusia Indonesia masih rendah

Advanced Search

   Produk SKPD