KEJURDA BALAP SEPEDA, ATLET SENIOR TERANCAM

Senin, 26 Oktober 2009 | 07:55


Dominasi atlet senior di nomor MTB Cross Country (XC) mulai terancam. Hasil dari seri kejurda putran kedua 24-25 Oktober di Malang mulai memunculkan pembalap-pembalap masa depan. Setidaknya ada satu pembalap junior yang berhasil menembus dominasi atlet senior. Pembalap asal Lumajang, Zaenal Fanani mampu menduduki posisi ketiga hasil senior putra, sekaligus duduk di posisi pertama kategori junior. Sementara dikelompok putri, hampir semua pembalap yang masuk finish adalah pembalap muda.Hasil ini disukuri Pengprov ISSI Jawa Timur yang atas hasil seri kedua. "Ini merupakan hasil terbaik sejak kita gelar rangkaian kejurda tahun ini. Tidak hanya dari jumlah, tetapi kualitasnya juga membaik," terang Ketua Umum ISSI Jatim, Kombes Pol (Pur) Totok Haryoto. Dia menunjuk kelompok putra cukup banyak atlet junior yang unjuk gigi dan mulai mengancam posisi atlet senior.Diantara atlet senior yang gagal masuk tiga besar diantranya Robert Wijaya (Mojokerto), Budi Santoso (Lumajang), dan Ari Kristanto. Namun ketiganya memang bukan pembalap XC. Sementara juara nomor MTB putra dimenangi Dwi Edi. Pembalap asal Kota Malang ini sukses menjinakkan lintasan sepanjang 3,2 km. Disusul Rully Ibnu ditempat kedua. Kelompok putri, pembalap Malang Elga Kharisma masih yang terbaik. Sementara rekannya Peti Nurvitasari menyusul diposisi kedua dan ketiga Septianis (Lumajang). Manajer puslatda Harijanto Tjondrokusumo mengaku senang dengan hasil seri kedua. "Munculnya Zaenal di kelompok senior diluar prediksi," aku Harijanto Dia menambahkan hingga seri kedua ini memunculkan kegairahan ISSI se-Jatim. Sebab, sejumlah daerah mulai berlomba-lomba memunculkan atlet masa depan. Sekalipun Zaenal belum bisa menembus kursi puslatda, hasil itu sudah memunculkan potensi. Besar kemungkinan atlet seperti Zaenal, Dwi Edi, Mas Permadi, dan semua atlet putri bisa masuk puslatda tahun depan. "Mereka masih memiki jenjang yang lebih baik dan ada peluang masuk puslatda. Tidak tertutup kemungkinan menggeser atlet senior," tandas Harijanto. Dengan demikian, atlet puslatda nomor XC dimiliki Elga Kharisma dan Dwi Edi. Keduanya memiliki poin tertinggi, 24 hasil dua kali menang dalam dua kali seri. Sementara nomor XC hanya mengambil msaing-masing satu atlet untuk mengisi kursi puslatda

Advanced Search

   Produk SKPD