PEMPROV LANTIK PEJABAT ESELON IV UNTUK WUJUDKAN VISI MISI

Selasa, 20 Oktober 2009 | 07:19


Pemerintah Provinsi Jatim melantik sejumlah pejabat IV untuk mewujudkan visi dan misi lima tahun ke depan. Pejabat baru diminta mewujudkan program kerja yang menjadi prioritas seperti kesehatan, pendidikan, menjaga lingkungan hidup dan menciptakan lapangan pekerjaan. Sekretaris Daerah Prov Jatim, Dr H Rasiyo saat Pelantikan Pejabat Eselon IV di lingkungan Pemprov Jatim di Gedung Grahadi Surabaya, Senin (19/10) sore mengatakan, Pemprov Jatim saat ini memiliki visi mewujudkan masyarakat makmur dan beraklaq. “Adanya kemakmuran pada masyarakat dapat terwujud dengan terpenuhinya kebutuhan dasar masyarakat,” katanya. Kebutuhan dasar masyarakat pada bidang kesehatan yakni, meningkatkan pelayanan kesehatan. Pemprov berencana membangun Pondok Bersalin Desa (Polindes) menjadi Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). “Setiap Poskesdes hendaknya tidak hanya bidan, namun akan ditambah satu perawat,” katanya. Saat ini ada 8.400 desa di Jatim, Pemprov berencana mengangkat 8.400 perawat untuk ditempatkan di setiap desa. Model pembayaran untuk tenaga medis ini akan dilakukan dengan cara 50% Pemprov dan 50% pemerintah kabupaten/kota. Untuk program kesehatan ini pemprov Jatim mengeluarkan anggaran sebesar Rp 21 miliar. Selain itu Pemprov berencana membenahi 10 puskesmas dan membangun 50 poskesmas baru. “Bagi masyarakat yang tidak dilayani di Poskesdes akan dilayani di Puskesmas,” katanya. Untuk sektor pendidikan Pemprov tidak hanya memperhatikan pendidikan yang berada di bawah naungan Diknas, namun juga pendidikan yang ada di bawah naungan Departemen Agama (Depag). “Saat ini ada 6 ribu pondok pesantren yang tidak mengajarkan pendidikan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, sehingga dianggap UNESCO buta aksara,” katanya. Program Pemprov di bidang pendidikan yakni, pemberantasan buta aksara dan peningkatan sekolah kejuruan. Rencananya pada 2010 mendatang Pemprov juga akan membangun 10 sekolah kejuruan baru. Tidak hanya pada pembangunan pemrov juga akan memperbaiki sekolah kejuruan lain yang ada di Jatim. Program ketiga yakni, pembangunan yang dilalukan Jatim tetap memperhatikan dan menjaga lingkungan hidup. Saat ini Jatim memiliki 1,3 juta ha hutan yang terdiri dari 800 ribu ha hutan produksi, 300 ha hutan lindung dan sisanya hutan rakyat. “Menjaga hutan tentunya menjadi tanggung jawab kita bersama, untuk itu harus di jaga dengan baik,” paparnya. Pemprov berencana melakukan penghijauan dengan menanam seribu pohon di jalan provinsi. Program ini akan dilakukan dengan berkerjasama Kodam V Brawijaya. Sementara di bidang lapangan pekerjaan, Rasiyo meminta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) untuk menjadi tumpuan menciptakan tenaga kerja yang ahli. Rencananya di disnaker akan ada balai latihan kerja yang bertaraf internasional. Adanya balai ini diharapkan dapat menciptakan tenaga kerja yang bisa berkerja di lingkungan usaha dan industri. Sedangkan pejabat eselon IV yang dilantik sebanyak 106 diantaranya, Muhammad Hamid Pelu SE MM sebagai Kapala Seksi (kasi) Pendidikan Pelatihan pada UPT Pendidikan dan Promosi ekspor Dinas Perindag Prov Jatim, Drs Ec Poernomo Joediarso Msi sebagai Kasubag Keuangan pada Dinas Pertanian Prov Jatim, dan Desi Aviajiati SKM Mkes sebagai Kasi Promosi Kesehatan pada Dinas Kesehatan Prov Jatim. “Semua pihak yang bersentuhan langsung dengan program Pemprov harus menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya,” pintanya.

Advanced Search

   Produk SKPD