PORPROV II/2009, SILAT SURABAYA SAPU BERSIH TGR

Jumat, 9 Oktober 2009 | 14:57


Pencak Silat Surabaya berpeluang meraih juara umum setelah berhasil menyapu bersih semua medali emas di nomor TGR. Hasil tersebut didapat setelah pada pertandingan hari ketiga, pesilat kota pahlawan ini berhasil menambah perolehan dua medali emas di nomor tunggal putra dan putri. Pada partai final yang digelar Jumat (9/10) siang-sore di Unversitas Islam Negeri, Faizal Anwar yang turun di nomor tunggal putra berhasil mengumpulkan nilai tertinggi dengan total poin 452. Selanjutnya, ditempat kedua M Anwarudin dari Kabupaten Pasuruan di posisi kedua dengan nilai 446 disusul Dandy I Muad dari Sumenep di tempat ketiga dengan 439. Sementara itu pada nomor tungal putri, pesilat andalan Surabaya Ni Made Septina WS juga sukses meraih medali emas setelah mengumpulkan nilai tertingi dengan 452 poin. Disusul ditempat kedua Siti Fatimah dari Bangkalan dengan 41 poin serta Lailatul Amilia dari Kabupaten Pasuruan di tempat ketiga dengan nia 440. Dengan hasil ini berarti kontingen pencak silat Surabaya berhasil memenuhi target yang dicanangkan KONI Surabaya dengan lima medali emas. Dan hingga siang ini, IPSI Surabaya berhasil mengumpulkan total 6 medali emas dan satu 1 perunggu. “Hingga hari ini, hasil yang diperoleh memang diluar dugaan. Sebelumnya di nomor TGR kita hanya menargetkan empat medali emas saja,” tutur Sudarusman Manager Silat Surabaya. Di nomor tanding, dua pesilat Surabaya memastikan diri lolos menuju babak final setelah berhasil mengungguli lawan-lawanya pada babak ketiga. Jihadmoko Grand yang turun di nomor C putra sukses menghentikan perlawanan Fendiyatmi Kusufa dari kabupaten Malang dengan skor 3-2. Sedangkan di nomor C putri, Selvia Eka Rahmawati secara mengejutkan lolos ke babak final setelah mengalahkan pesilat ungulan Kabupaten Malang Galuh Nindyawati dengan skor telak 5-0. “Di nomor tanding lolosnya dua atlet kita memang di luar dugaan, apalagi keduanya adalah atlet baru. Kita memang menargetkan satu medali emass di nomor tanding, tapi andalan kita malah gugur lebih dulu pada babak ketiga,” tambah Sudarusman.

Advanced Search

   Produk SKPD