DISPORA BERI REWARD ATLET PERAIH EMAS DI POPNAS

Minggu, 4 Oktober 2009 | 09:30


Kontingen Jawa Timur berambisi untuk bisa mencetak Hattrick dengan meraih juara umum untuk ketiga kalinya pada Popnas X di Yogjakarta 20-31 Oktober. Untuk merealisasikannya Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan (Dispora) akan memberikan reward bagi atlet yang meraih medali emas perak dan perunggu.. Hal ini dikatakan Kabid Pengembangan Olahraga Prestasi Dispora Jatim, Drs Dudi Harjantoro MM di ruang kerjanya Jl Kayoon jumat (2/10) menjelaskan bagi setiap atlet yang turun di nomor perorangan dan berhasil meraih medali emas even tersebut bakal mendapat bonus Rp 2 juta. Sedangkan untuk cabor beregu masih belum ditetapkan. "Insya Allah semua dapat bonus, baik cabor perorangan atau beregu, namun khusus yang beregu masih kita hitung kembali," katanya, Tak hanya peraih medail emas, mereka yang berhasil menyumbangkan perak dan perunggu juga kecipratan bonus tersebut, hanya saja Dudi masih belum bisa menyebutkan nilainya. "Setiap prestasi memang harus mendapat penghargaan, namun kami masih belum bisa menentukan besarnya bonus untuk perak dan perunggu," katanya. Segala upaya memang sudah dilakukan oleh Dispora untuk bisa meraih Hattrick dan sekaligus menorehkan sejarah dalam dunia olahraga pelajar di Indonesia, selain bonus kontingen Jerbasuki Mawabeaya ini sudah berlatih secara intensif di Pemusatan Latihan Daerah (Puslatda) untuk sekitar 300 atlet pelajar dari 18 Cabor pada awal September. Atlet yang dipanggil masuk puslatda, merupakan hasil seleksi dari Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) yang digelar tahun lalu. Selain itu juga akan didukung dengan para atlet yang berhasil lolos dari Popwil (Pekan Olahraga Wilayah) di Kendari Sulawesi Tenggara. "Jadi yang turun pada Popnas nanti memang atlet yang sudah meraih prestasi dan melalui proses seleksi yang sangat ketat," katanya. Pelaksanaan Puslatda sendiri pada tahap awal digelar oleh masing-masing Cabor, namun menjelang, setelah itu baru dilaksanakan secara sentralisasi oleh Dispora Jatim pada dua pekan menjelang keberangkatan ke Kota Gudeg. Pihak Dispora juga sudah menghitung kekuatan lawan dari provinsi lain yang juga sudah mempersiapkan para atletnya dengan cukup bagus. Sedangkan untuk bisa meraih juara umum minimal harus meraih 50 medali emas. "Memang sangat berat dan atlet harus bertanding secara maksimal untuk bisa mengumpulkan medali sebanyak itu," katanya. Seperti diketahui, sebanyak 18 cabang olahraga akan di pertandingkan pada Popnas, seperti Atletik memperebutkan 34 medali, Angkat Besi (10), Basket (2), Bola Voli (2), Bulu Tangkis (7), Dayung, Gulat, Panahan, Pencak Silat, Renang (34), Senam (14) dan Ritmix (6), Sepak Bola (1), Sepak Takraw (2), Tenis Lapangan (6), Tenis Meja (7), Judo (12), Taekwondo (20) dan Bola Voli Pasir (2). Untuk Popnas tahun ini ada penambahan empat cabang olahraga, yakni Judo, Angkat Besi, Taekwondo, dan Voli Pasir. Untuk dua cabor terkahir sifatnya masih eksibisi. Dari 18 cabor yang dipertandingkan, Jatim mengandalkan beberapa cabor sebagai lumbung emas, seperti Renang, Atletik, Panahan, Taekwondo dan Pencak Silat. Pada Popnas 2007 di Samarinda-Kalimantan Timur, cabang olahraga renang dan panahan masing-masing menyumbangkan 10 medali emas. Sedangkan senam delapan emas, kemudian atletik, tenis meja dan pencak silat merebut masing-masing tiga emas Cabang atletik pada Popnas di Samarinda, Jatim tidak memiliki atlet andalan. Tetapi, kini atlet-atlet yang dipunyai Jatim cukup bagus. Terbukti, saat terjun di kejuraan nasional (Kejurnas) Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) 2009, atletik Jatim mampu merebut 9 medali emas. "Mudah-mudahan sukses atletik di PPLP, bisa dipertahankan pada Popnas di Jogjakarta," katanya.

Advanced Search

   Produk SKPD