PERAYAAN LEBARAN SEREMPAK MENJADI SEBUAH BERKAH

Minggu, 20 Sepember 2009 | 20:18


Perayaan Idul Fitri atau lebaran yang telah ditetapkan oleh Departemen Agama (Depag) melalui sidang isbat yang jatuh pada 20 Spetember ini menjadi berkah kebersamaan umat muslim. Wakil Gubernur Jatim, Drs H saifullah Yusuf menganggap perayaan yang dilakukan secara serentak ini menjadi momen yang berharga. Saat ditemui usai sholat Idul Fitri di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Minggu (20/9) ia menuturkan, beberapa tahun terakhir perayaan lebaran kerap dilakukan di hari yang berbeda-beda oleh tiap organisasi islam. Menurutnya, perbedaan itu biasa dan tidak perlu dirisaukan. Jika kemarin (19/9) ada yang telah ada kelompok pesantren dalam skala kecil telah merayakan terlebih dahulu. Menurutnya itu wajar, jika selisih harinya hanya satu, kalau selisihnya dua-tiga hari, maka itu perlu dipertanyakan perhitungannya. ”Dengan dilaksanakan secara bersama khususnya dua organisasi islam terbesar di Indonesia, yakni NU dan Muhamadiyah menjadi berkah yang baik,” ungkapnya. Seperti diketahui, Muhammadiyah dan NU telah menetapkan Idul Fitri 1430 Hijriah akan jatuh pada 20 September. Sedang pemerintah memprediksi pada 21 September. Namun, dari hasil Sidang Itsbat, pemerintah memutuskan bahwa 1 Syawal 1430 H jatuh pada hari Ahad (20/9). Hal ini diputuskan melalui Surat Keputusan Menteri Agama Mengenai 1 Syawal 1430 H. Hal ini berdasarkan Hilal yang terlihat diberbagai tempat, antara lain pos pemantauan di Pelabuhan Ratu Sukabumi, Cakung Jakarta Timur, Semarang. Dari hasil Ahli Ru'yah dan Ahli Hisab diberbagai tempat, posisi hilal sudah melewati wukuf dengan 3 derajat 40 menit sampai 5 derjat 15 menit. "Idikasi Idul Fitri tahun ini sangat dimungkinkan terjadi bersamaan antara NU, Muhammadiyah, dan pemerintah, karena indikasi ke arah itu cukup kuat sekali," katanya. Indikasi kuat itu didukung hisab (perhitungan astronomis) ulama NU, Muhammadiyah, ahli hisab independen yang mencapai imkanur rukyat. Seperti diketahui, imkanur rukyat adalah kesepakatan Indonesia, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura tentang ketinggian minimal untuk melihat hilal, yakni minimal 2 derajat. Lebaran Sabtu Perbedaan perayaan di Jatim juga terjadi di dua tempat di Jatim, yakni Jombang dan Tulungagung. Di Jombang, puluhan Jamaah Istighasah Al Ainul Bahiroh Jombang menggelar shalat iedul fitri. Mereka berkeyakinan 1 Syawal jatuh pada hari ini, Sabtu (19/9). Jamaah meyakini datangnya 1 Syawal itu bukan berdasarkan rukyah ataupun hilal. Penentuan itu hanya berdasarkan keyakinan para jamaah. Pelaksanaan sholat Ied Jamaah Istighasah Al Ainul Bahiroh dilaksanakan di Musala Desa Keras Kecamatan Diwek, Jombang. Sebenarnya, pelaksanaan shalat ied bagi Jamaah Al-Ainul Bahiroh di pusatkan di Kepanjen, Malang. Karena jamaah tersebut juga berpusat di Malang. Namun karena ada puluhan jamaah yang tidak bisa berangkat akhirnya mengelar shalt ied sendiri di Jombang. Selain itu, di Desa Wates, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, puluhan Jemaah Habib Ahmad Bin Salim Al Muhdlor (jemaah Al Muhdlor) juga merayakan kemarin (19/9). Perhitungan yang dilakukan jemaah Al Muhdlor ini berdasarkan ajaran dari Habib Ahmad sewaktu masih hidup, bahwa perayaan Idul Fitri lebih dahulu ketimbang lainnya.

Advanced Search

   Produk SKPD