PEMPROV SIAPKAN JAMINAN KESEHATAN BUAT SENIMAN

Rabu, 9 Sepember 2009 | 14:00


Pemerintah Provinsi Jatim segera menyiapkan jaminan kesehatan untuk seluruh seniman yang ada di Jatim. Diharapkan dengan cara ini, para seniman dapat lebih tenang dan lebih banyak berkarya. Gubernur Jatim Dr H Sukarwo usai silahturahmi dengan para seniman budayawan Jatim di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Rabu (9/9) mengatakan, seniman adalah bagian dari masyarakat yang memiliki kelebihan kemampuan, untuk menciptakan karya seni. ”Sebenarnya tidak ada yang istimewa, seluruh masyarakat bisa memiliki kartu jaminan kesehatan seperti Jamkesmas. Sebagai bagian dari masyarakat maka seniman juga bisa memiliki, tetapi mungkin namanya saja yang berbeda,” katanya. Untuk menghindari adanya seniman dadakan yang memanfaatkan kebijakan gubernur ini untuk kepentingan pribadi, maka pendataan akan menyerahkan sepenuhnya pada Dewan Kesenian Jawa Timur (DKJT). ”Yang mendata para seniman ini harus lembaga yang tahu dan dekat dengan seniman, pemprov hanya bersifat membantu dalam penyediaan dana,” terangnya. Seniman dadakan ini, menurut Pakde sapaan Gubernur Jatim tidak akan bisa mengambil kesempatan jika lembaga atau persatuan seniman ikut menyeleksi. ”Setiap daerah pasti punya data berapa jumlah seniman termasuk kartu anggota mereka, jadi tidak akan bisa kecolongan,” kata pakde. Pakde berharap, jaminan kesehatan ini dapat sedikit membantu para seniman baik yang masih eksis atau yang sudah jarang manggung.”Kita semua wajib memperhatikan keberadaan seniman, salah satunya adalah seniman Ludruk Irama Budaya Wonokromo, kebudayaan ini harus terus dilestarikan,” tuturnya. Ketua Umum DKJT, M Taufik mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan daerah untuk melakukan pendataan jumlah seniman senior dan junior. Pendataan ini ditargetkan selesai akhir tahun, sehingga pada 2010 para seniman yang berhak mendapatkan, sudah bisa menggunakan kartu ini. ”Kami targetkan untuk awal sebanyak 2.000 seniman, itu akan terus kita tambah sampai seluruh seniman di Jatim memilki kartu jaminan kesehatan,” kata Taufik. Untuk tahap awal menurut Taufik, DKJT akan mendata para seniman yang lanjut usia atau yang mempunyai masalah kesehatan. Setelah semua mendapatkan, baru giliran seniman muda. ”Seniman yang kita anggap memerlukan akan kita dahulukan, setelah itu baru lainnya,” katanya.

Advanced Search

   Produk SKPD