PU BINA MARGA SIAPKAN 14 POSKO JALUR LEBARAN

Kamis, 3 Sepember 2009 | 14:05


Menjelang lebaran Dinas Pekerjaan Umum (PU) Binamarga Provinsi Jatim menyiapkan 14 posko jalur lebaran. Posko tersebut berfungsi untuk mengatur kelancaran jalur lebaran atau pun jalan menyangkut kenyamanan pemudik. Posko tersebar di 38 kabupaten/kota dan juga mengcaver jalan-jalan kabupaten maupun jalan nasional yang menjadi prioritas. Kepala Bidang Pemeliharaan Dinas PU Bina Marga Jatim, Ir Erwin Wirawan, kamis (3/9) mengatakan, 14 posko tersebut juga dilengkapi dengan peralatan berat antara lain berupa motor grader, truk, crane, excavator contrack, dan excavator on will. Selain itu, satu posko juga disiapkan utnuk jembatan baily. Di surabaya, terdapat tiga posko yakni berada di kantor Balai Besar Pelaksanan Jalan Nasional V di Waru, kantor Dinas Pu Bina Marga Jl Gayungsari, serta kantor Unit Pelaksana Teknis Bina Marga di Jl Gayungsari. Posko lainnya berada di UPT Mojokerto, Bojonegoro, Madiun, Pacitan, Tulungagung, Kediri, Malang, Probolinggo, Banyuwangi dan Pamekasan. Dari posko-posko tersebut, kegiatan yang dilakukan adalah mengkoordinasikan, membantu, serta memberi upaya tanggap darurat apabila terjadi sesuatu yang menghambat kelancaran jalur lebaran. Posko-posko tersebut juga melibatkan pemerintah kabupaten kota di maisng2 wilayah. Pada 2009, PU Bina Marga bersama Balai Besar Pelaknasan Jalan Nasional V melakukan pembangunan atau peningkatan jalan, pergantian jembatan, pemeliharaan jalan dan jembatan, pada jalan provinsi di Jatim sepanjang 2.098 km. Sedangkan jalan nasionalnya sepanjang 1899,21 km. Sebagian besar penanganan khususnya di Pantura, adalah kontrak tahunan yang akan berakhir pada mei 2010. meskipun demikian, dalam rangka kesiapan jalur raya lebaran, penanganan telah diprioritaskan dengan penyelesaian bagian ruas jalan yang rawan kemacetan. Termasuk di jalur Pantura yang agak mengganggu karena ada perbaikan jalan. Ada tiga ruas jalan di pantura yang masih dalam pekerjaan. Yakni, ruas Babat-Lamongan, Gempol-Pasuruan-Probolinggo dan Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi. Jalur Babat-Lamongan dari Km 47+300 sampai dengan Km 64+230 terdapat 4 lokasi sedang dalam pelaksanaan pembongkaran jalan lama (rekonstruksi) untuk dikerjakan konstruksi perkerasan baru sehingga pada H-7 lalulintas dapat dilayani dengan 4 jalur. Selain itu, ada jalur Gempol-Pasuruan-Probolinggo yang sedang dalam pemeliharaan dan pelapisan ulang. Ada juga jalur Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi yang dilakukan pelebaran jalan dari 6 meter menjadi 7,5 meter sepanjang 70 km. Pada saat H-7, sebagian besar pelebaran (sepanjang 30 km) akan terselesaikan sampai dengan pengaspalan, 10 km di antaranya masih dalam bentuk perkerasan aggregat namun sudah dapat dilewati dengan lancar. Agar pemudik juga nyaman saat dijalan, jembatan-jembatan yang ada kini juga tengah diperbaiki seperti Jembatan Sedayu Lawas, Tuban, Jembatan Sembayat Gresik, Jembatan Bayeman Probolinggo dan Jembatan Jetak di Bojonegoro-Padangan. Menurut dia, lokasi yang perlu mendapat perhatian bagi pengguna jalan saat mudik lebaran karena sering terjadi kemacetan adalah Pasar Babat, Perempatan Duduk Sampeyan, Pasar Ngopak, Pasar Mojoagung, Pertigaan Kertosono-Kediri, Pasar Singosari, Pasar Lawang dan Pasar Blega Bangkalan. “Saat ini pemprov tengah mempublikasikan peta jalur mudik untuk digunakan masyarakat sebagai acuan dalam perjalanan,” katanya.

Advanced Search

   Produk SKPD