APBD 2010, PRIORITASKAN KESEJAHTERAAN MASKIN

Sabtu, 29 Agustus 2009 | 20:49


Pemerintah Provinsi Jawa Timur berusaha keras untuk tetap mensejahterakan masyarakat Jatim. Sebab, dalam nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS ) APBD Jatim 2010 memprioritaskan program kesejahteraan khususnya bagi masyarakat miskin (maskin) Gubernur Jatim Dr H Soekarwo, usai penandatangan nota kesepakatan KUA PPAS APBD 2010, di Gedung DPRD Sabtu (29/8) mengatakan, dalam kebijakan ini pemprov terlebih dulu mencetak atau membuat program-program yang akan dilaksanakan pada 2010. Di mana dalam isi dari kebijakan tersebut terdapat sesuatu yang harus dilakukan dan dibiayai oleh APBD. Di sisi lain juga harus ada planing dalam urusan belanja yang berkaitan dengan program yang dicanangkannya.” Isinya adaalah mana yang harus dilakukan APBD, Mana yang harus distimulasi belanjanya,dan mana yang harus difasilitasi oleh APBD,” ujarnya. Sama halnya pada APBD 2009, salah satu upaya yang akan dilakukan adalah memberi bantuan berupa modal dengan kredit murah bagi Usaha Kecil Menengah (UKM). Pemerintah terus mendorong kepada pengusaha kecil ini agar tetap berwirausaha dan dapat mengembangkan usahanya. Begitu juga sebaliknya, pemerintah akan memberi kemudahan dalam izin usahanya bagi pengusaha besar dalam mengembangkan bisninya di daerah lain. ”Di fasilitasi dengan mempermudah ijin usahanya, bagaimana daerah-daerah yang mempunyai peluang dan keuntungan yang menjanjikan,”terangnya. Dengan begitu, dalam APBD 2010 dalam meningkatkan perekonomian, pemerintah dan swasta mendorong UKM untuk meningkatkan pendapatannnya sehingga masyarakat semakin makmur. Sebab, induk permasalahan dalam perekonomian masyarakat Jatim adalah agro bisnis dan agro industri. ”Kan masyarakat makmur pembelanjaan meningkat, seperti membeli kendaraan. Kan ini dapat menambah pendapatan,” tuturnya Menurutnya, sampai Juli 2009 dana kredit yang berputar yakni Rp 132 triliun, sedangkan untuk UKM adalah Rp 78 triliun. ”Ini bagus, dan lebih bagus dari tahun sebelumnya,” ungkapnya. Namun, pihaknya lebih mengutamakan terhadap kelompok-kelompok yang tidak mampu (maskin, red), sehingga mereka dapat tetap hidup, bertahan, dan berkembang. Kelompok ini akan memperoleh pendidikan gratis, kesehatan gratis, dan pembangunan infrastruktur terhadap daerah terpencil. ”Yang tidak mampu yakni pendidikan, kesehatan, sanitasi, air bersih, dan infrastrukstur daerah terpencil. Ini semua harus dibiayai terlebih dulu, karena ini menyangkut income (pendapatan ) masyarakat,” katanya. Pendidikan dapat dilakukan dengan pemberian bea siswa, dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dengan demikian, anak-anak di Jatim yang tidak bersekolah dapat menuntut ilmu seperti halnya masyarakat pada umumnya. Untuk kesehatan, pihaknya mengupayakan agar tidak terjadi penumpukan pasien di rumah sakit, seperti halnya mengupayakan agar pasien itu dapat dirawat inap di pukesmas. Rawat inap di pukesmas ini, pemerintah akan menambah dua dokter umum. Dokter ini harus mampu melayani semua pasien yang menginap, karena pukesmas tersebut akan ditambah lima tempat tidur untuk pasien. ”Dokter itu ngurus semua pasien , karena kan ditambah lima dipan (tempat tidur, red). Dipan ini kita beli yang jelek tidak apa-apa, atau kasur diletakkan di bawah juga tidak apa-apa. Tapi jangan sampai orang sakit tidak diterima,” tuturnya. Sama halnya untuk diperdesaan, masyarakat dapat berobat di Pos Kesehatan Desa (Poskesdes). Pasalnya, poskesdes ini akan ditempatkan penambahan 1 perawat dan 1 bidan. ”Kita minta ijin ke dewan agar memberikan SK untuk perawat yang akan praktek di situ, tapi tidak digaji,” jelasnya. Sementara itu, untuk pembangunan infrastruktur, pemerintah mengupayakan agar daerah-daerah yang terpencil dapat mendapatkan air bersih pada saat musim kemarau. ”Untuk masalah air minum kita dorong dan dikembangkan di seluruh daerah yang kekurangan air pada musim kemarau, dan ini harus dibiayai oleh APBD,” paparnya.

Advanced Search


  • RANGKAIAN KEGIATAN MEMPERINGATI HARI JADIKE 69 PROVINSI JAWA TIMUR KE 69

  • Kamis, 16 Oktober 2014

    Festival kuliner Makanan Raja-raja Majapahit bersama Hari Pangan Sedunia
    Pukul: 09.00 s/d selesai
    Tempat: Lapangan Timur GOR
    Sidoarjo Pelaksana: 16 - 18 Okt 2014

  • Sabtu, 18 Oktober 2014

    Parade Seni Budaya Jawa Timur
    Pukul: 18.00 s/d selesai
    Tempat: Taman Candra Wilwatita
    Pelaksana: 16 - 18 Okt 2014

  • Gelar Seni Padang Rembulan
    Pukul: 19:00 s/d selesai
    Tempat:Pamekasan

  • Festival Sapi Sono'
    Pukul: 19:00 s/d selesai
    Tempat: Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo, Pamekasan

  • Minggu, 19 Oktober 2014

    Jalan Sehat Peringatan hari Jadi 69 Prov. Jatim dan HUT Dispenda ke-52 Th. 2014
    Pukul: 06:00 s/d Selesai
    Tempat: Start dan Finish Halaman Gedung Negara Grahadi

  • Fun Bike
    Pukul: 06.00 WIB s/d SELESAI,
    Tempat: Tugu Pahlawan

  • Grand Final Kerapan Sapi Tradisional se-Madura
    Pukul: 08:00 s/d Selesai
    Tempat: Stadion R. Soenarto Hadiwidjojo, Pamekasan

  • Seminar Naional Kebudayaan
    PUKUL: 08.00 WIB s/d SELESAI,
    Tempat: Taman Candra Wilwatikta

  • Istiqhosah
    Pukul: 10:00 s/d Selesai
    Tempat: Tugu Pahlawan

  • Penutupan Jatim Fair 2014
    Pukul: 19:00 s/d Selesai
    Tempat: Grand City Surabaya

  • Selasa, 21 Oktober 2014

    Gelar Seni Padang Rembulan
    Pukul: 19:00 s/d Selesai
    Tempat: Bangkalan

  • Minggu, 26 Oktober 2014

    Superball Run (10K)
    Start: Tugu Pahlawan, Finish: Delta Plasa, SBY
    Pukul: 06:00 s/d Selesai
    Tempat: Tugu Pahlawan

  • Rabu, 29 Oktober 2014

    Pesta Rakyat dan Pentas Seni 2014
    Pelaksanaan: 29 Okt - 2 Nop 2014
    Pukul: 19:00 s/d Selesai
    Tempat: Lapangan Parkir Barat Stadion Gajayana Malang

  • Festival Keseniah Pesisir Utara
    Pelaksanaan: 20 Okt - 2 nop 2014
    Pukul: 10:00 s/d Selesai
    Tempat: Alun-alun Kab Sumenep

  • Kamis, 30 Oktober 2014

    Youth Market
    Pelaksanaan: 30 Okt - 2 Nop 2014
    Pukul: 10:00 s/d Selesai
    Tempat: Hal parkir timur Plasa Surabaya

  • Jumat, 31 Oktober 2014

    Pagelaran Wayang Kulit Dalang: Ki Anom Suroto
    Pukul: 19:00 s/d Selesai
    Tempat: Jl. Pahlawan Surabaya

   Produk SKPD