JELANG PILPRES, PLN SIAPKAN SERIBU ORANG AMANKAN PEMBANGKIT

Selasa, 23 Juni 2009 | 15:01


Seribu orang yang terdiri dari pegawai dan tenaga kontrak akan di sebar di 16 area pelayanan dan 102 unit pembangkit tenaga listrik yang ada di Jatim. Pengamanan ini diberlakukan sejak awal Pemilihan Legislatif hingga H+3 Pilpres. Diharapkan dengan pengamanan tersebut saat pelaksanaan Pilpres tidak ada gangguan. Corporate Sepeaker PT PLN (Persero) Distribusi Jatim Ir.Agus Widayanto di saat dikonfirmasi, Selasa (23/6).mengatakan, sejak awal 2009 PLN sudah mengantisipasi Pilpres dengan pemeliharaan secara prevektif (jaringan) di berbagai tempat, baik gardu dan tempat pembangkit tenaga listrik yang lainya. Ia menjelaskan, menjelang pilpres pada 8 Juli mendatang PLN distribusi Jatim juga menyediakan cadangan 2.000 MW. Berkaca pada Pemilihan Legislatif lalu ada penurunan daya mencapai 20%. Saat Pilpres merupakan hari libur nasional, sehingga pabrik, kantor, perbankan, dan instansi yang lainnya tutup. Pada hari-hari biasa daya pengguna listrik di Jatim mencapai 16.000 MW dan diprediksi akan ada penurunan saat Pilpres mendatang menjadi 13.000 MW. PLN mengimbau KPUD menyiapkan jenset untuk mengantisipasi adanya gangguan alam saat Pilpres, sehingga tidak ada gangguan pasokan listrik ke konsumen. Gangguan alam yang biasanya terjadi adalah pohon tumbang sehingga dapat memutuskan aliran listrk. ”Kalau bencana alam berarti di luar kemampuan kita dan. selama Pilpres tidak ada pemadaman Listrk secara bergilir,” ujarnya. Saat ini, ada 57 desa di Jatim yang belum mendapatkan layanan aliran listrik. PLN terakhir memberikan tambahan tenaga listrik di Kecamatan Sempol Bondowoso. Pada HUT ke-75 RI nanti, PLN akan merealisasikan semua wilayah di Indonesia teraliri listrik. Model yang digunakan PLN adalah rasio elektrifikasi, yaitu semua kabupaten, kecamatan, dan desa terlaliri listrik. Walaupun ada rumah warga yang tidak menggunakan listrik dari PLN namun sudah dianggap memenuhi semua desa yang ada di Jatim. Agus mengimbau konsumen yang tidak berkenan dengan pelayanan Payment Pont On Banking (PPOB) yang dikenakan biaya Rp 1.600 bisa menggunakan layanan outlet-outlet yang tersedia di kantor pembayaran listrik. Diberlakukannya biaya Rp 1.600 ini dikarenakan bank memerlukan Investasi. Uang ini merupakan investasi Bank karena telah memberikan pelayanan pada konsumen. PLN mengharapkan konsumen membayar listrik tepat waktu, karena dengan uang pembayaran tersebut PLN dapat menjaga posokan listrik untuk konsumen. Untuk memudahkan pembayaran tagihan rekening listrik PLN menyediakan layanan PPOB dengan menggandeng beberapa bank yaitu BNI, BRI, dan PT Pos Indonesia. Untuk meningkatkan pelayanan yang berorentasi kepuasan konsumen PLN distribusi Jatim membagi wilayah kerjanya menjadi 18 area dan 102 sub unit. Hal ini dikarenakan untuk dapat mendekatkan PLN sebagai pengelola ketenagalistrikan dengan pelanggannya.

Advanced Search

   Produk SKPD