KEJURNAS, POSSI JATIM JAGOKAN PESELAM EKS PON XVII

Jumat, 19 Juni 2009 | 10:13


Pengprov Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Jatim masih mengandalkan mantan atlet PON XVII Kaltim 2009 di Kejurnas/Seleknas SEA Games dan Asian Indoors Games di Kolam Renang Senayan Jakarta, 19-20 Juni. Hal ini terlihat dari target lima emas yang diharapkan bisa dipersembahkan oleh atlet senior, seperti Priscilia Gunawan, Angelina Sugianto, Andrian Sansoldi, maupun Seraphine Angelina. Mereka adalah para peraih emas pada PON lalu. Sedangkan pada kejuaraan ini Jatim memboyong 28 peselam (12 putra dan 14 putri) yang sebagian besar adalah para penyelam muda. "Memang sampai saat ini kita belum memiliki atlet muda yang bisa bersaing dengan senior, padahal kami sangat berharap munculnya pemain muda setelah PON," Ketua Harian POSSI Jatim, Broto Saroso saat dihubungi melalui telepon genggamnya, Kamis (18/6) sore. Broto yang saat ini mendampingi para atlet di Jakarta menjelaskan, catatan waktu para penyelam muda masih terpaut jauh dengan para senior, padahal limit waktu beberapa atlet senior di tingkat nasional juga kurang bagus. "Jangankan bersaing prestasi, mengejar waktu saja atlet muda masih belum bisa," katanya. Jika tidak bergerak cepat bukan tidak mungkin keperkasaan penyelam Jatim meraih 12 emas pada PON lalu bisa luntur, sebab saat ini Jabar dan DKI Jakarta sudah berhasil memunculkan penyelam muda yang mulai bisa bersaing di level nasional. Memang sempat terlintas dipikiran pengurus untuk kembali mendatangkan pelatih asing seperti yang dilakukan pengurus tahun lalu menjelang PON. Saat itu, para atlet dilatih oleh Peng Xue Jun, hasilnya memang sangat positif dan prestasi atlet juga berhasil terdongkrak. Sayangnya, pelatih yang akrab disapa Mr Peng itu memiliki keponakan yang bernama Tangli yang saat itu juga melatih atlet DKI Jakarta. Sehingga, ada kecurigaan keduanya bisa melakukan konspirasi untuk membagi medali pada PON. "Kalau memang berniat mencari pelatih lebih baik dari Rusia atau Ukraina yang terbukti bisa melahirkan juara dunia," katanya. Sekretaris I Pengprov POSSI Jatim, Andi Yoesuf SH lebih menyarankan agar Jatim mengirim pelatih keluar negeri untuk menimba ilmu di negara yang berhasil menghasilkan penyelam juara dunia. "Cara ini lebih efektif daripada mendatangkan pelatih luar negeri, tujuannya agar pelatih kita bisa menularkan ilmu yang didapat ke pelatih lainnya," terangnya. Secara terpisah, Pelatih Selam Jatim, Nurul Anshori mengakui kalau saat ini Jatim memang krisis atlet muda yang bisa menggantikan para seniornya, namun ia mengaku sudah ada beberapa atlet yang diharapkan bisa meyumbang medali pada kejurnas kali ini. Kedua atlet itu adalah Rahmita Salsabila dan Saroja mutiara Abadi yang akan turun di nomor Bifin 100 m putri. "Kalau saya optimistis keduanya bisa meraih medali emas pada kejurnas nanti," katanya. Lima emas yang dibidik Jatim diharapkan bisa diraih oleh Pricilia Gunawan dan Adrian Sansoldi pada nomor 800 m, 400 m. Sedangkan Angelinia Sugianto pada 50 m, 100 m. "Harapan kita memang masih pada atlet itu," katanya.

Advanced Search

   Produk SKPD