TUNJANGAN GURU PAIS SEGERA DICAIRKAN

Selasa, 2 Juni 2009 | 07:41


Tunjangan Guru Pendidikan Agama Islam Sekolah (PAIS) segera dicairkan pada tanggal 1-10 Juni. Proses verifikasi sudah dilakukan Kantor Wilayah Departemen Agama (Kanwil Depag) sejak 27 Mei lalu. Guru yang akan mendapat tunjangan tersebut merupakan guru yang sudah lulus sertifikasi pada 2007 hingga 2008. Kepala Seksi Ketenagaan dan Kesiswaan Bidang Madrasah dan Pendidikan Dasar Agama Islam (Mapenda) Depag Jatim Drs Syaerofi Med dikonfirmasi, Senin (1/6) mengatakan, meski demikian hingga kini masih ada empat kabupaten/kota yang belum mengirimkan daftar nominatifnya untuk diverifikasi. Daerah-daerah itu yakni kabupaten Jombang, Blitar, Kota Pasuruan dan Blitar. Menurutnya, verifikasi dilakukan untuk mencocokan nama guru yang terdaftar ganda, sudah pensiun atau sudah pindah tugas termasuk tahun kelulusan, gaji pokok guru, Surat keterangan Beban Kerja (SKBK). Upaya itu untuk memperoleh data yang akurat bagi penerima tunjangan sesuai No. SK Dirjen Pendidikan Dasar Islam (Pendis) Depag Pusat. Terkait dengan hal itu, Syaerofi mengatakan, rencananya tahun ini Kanwil Depag ada Bidang PAIS yang sekaligus mengurusi verifikasi. Ini juga berlaku untuk kanwil depag di kabupaten/kota. Proses ini tinggal menunggu Peraturan Menteri Agama (Permenag). Di Kanwil Depag Bidang Pais juga akan dibantu lima kasi di bantu tiga staf. Sementara itu, tahun 2009 ini Depag mulai menyertifikasi kembali guru-guru agama dan madrasah. Berdasarkan data daftar guru di Jatim yang kini mulai disertifikasi mencapai 19.046 guru yang terdiri dari Madrasah dan Guru PAIS. Selama ini Jatim menempati posisi pertama sertifikasi terbanyak se-Indonesia. Posisi kedua Jabar yang mencapai 10.972 guru, dan ketiga Jateng 10.737. Sedangkan untuk kuota sertifikasi guru umum mencapai 11.292 dan guru agama mencapai 7.754. Menurutnya, masih ada sembilan kabupaten/kota di Jatim yang belum mengirimkan daftar guru untuk sertifikasi 2009. Daerah itu yakni, Kabupaten Malang, Bondowoso, Pasuruan, Mojokerto, Jombang, Nganjuk dan Kota Malang, Probolinggo dan pasuruan. Daftar dari kabupaten/kota tersebut akan ditunggu sampai 2 Juni. Kemudian Daftar yang sudah masuk akan menjadi longlist yang segera dikirimkan ke Depag Pusat. Selanjutnya akan disesuaikan dengan kuota yang tersedia. Jika sudah selesai, akan kemballi dikirim ke Kabupaten/kota untuk diisi dengan nama yang sudah ada di dalam daftar longlist. Pada 22 Juni mendatang daftar guru yang disertifikasi akan dikirimkan ke IAIN Sunan Ampel Surabaya untuk mendapatkan surat lulus sertifikasi. Ini karena perguruan tinggi yang berhak menilai. Bagi guru yang yang memenuhi nilai 850 akan langsung mendapatkan sertifikasi. Sarat penilaiannya, nilai ijazah, sertifikat lain, dan karya yang sudah dibuat. Bagi guru yang tidak memenuhi persyaratan bisa membuat karya untuk menjadi tambahan nilai atau mengikuti pelatihan pendidikan guru selama satu minggu serta mengikuti tes tulis. Rencananya, mulai 2014 setiap guru yang mengajar harus memiliki surat sertifikasi mengajar dari perguruan tinggi tempatnya sekolah. Hal ini sesuai dengan Perantura Pemerintah No. 74 yang mengatur guru atau pendidik harus memeiliki sertifikasi mengajar yang didapatkan dari perguruan tinggi tempatnya menuntut ilmu. Untuk mendapatkan sertifukasi calon guru menambah waktu belajarnya dua tahun untuk praktik mengajar dan dalam perngawasan dosenya. Hal ini dilakukan untuk memenuhi persyaratan guru sebagai pendidik yang professional.

Advanced Search

   Produk SKPD