MAJUKAN UKM, BKP BERIKAN PINJAMAN DANA BERGULIR

Rabu, 29 April 2009 | 15:02


Badan Ketahanan Pangan Bidang Penganekaragaman dan Konsumsi Jatim semakin keras berupaya memajukan Usaha Kecil Menengah (UKM) yang ada di Jatim. Salah satu upayanya adalah dengan memberikan pinjaman dana bergulir pada UKM yang masuk daftar binaan BKP. Kepala Bidang Penganekaragaman dan Konsumsi Propinsi Jatim, Ir Apriyanto MM saat Pemantapan Teknologi Pangan Olahan di Hotel Utami, Sidoarjo, Rabu (29/4) mengatakan, produk dalam negeri apabila dibina secara terpadu, tidak akan kalah bersaing dengan produk dari luar negeri. Penduduk Jatim sekitar 38 juta merupakan pasar yang sangat potensial, untuk itu BKP akan membantu UKM agar mampu berkembang dan dapat membuat produk yang berkualitas. Dikatakannya, kegiatan ini dimaksudkan untuk membina UKM-UKM tentang pengolahan pangan yang memenuhi standar dan aman untuk dikonsumsi dan juga untuk mendorong UKM agar lebih semangat dan kreatif membaca kebutuhan pasar (konsumen), sehingga mampu berinovasi dalam pengolahan pangan dan dapat menghasilkan produk yang bervariasi. Semua usaha besar tadinya juga berawal dari usaha kecil. Contohnya adalah pengusaha ketela rambat, Unggul Binowo. Awalnya berasal dari UKM yang sekarang mampu meraup kesuksesan dikarenakan mampu berinovasi dan dapat membaca keinginan konsumen. Menurut Apriyanto, kendala yang dihadapi UKM yaitu tidak menggunakan dan memiliki metode reset and development, selain itu tidak mempunyai modal yang besar. Untuk itu BKP melakukan upaya mengikutkan pameran-pameran UKM (tanpa biaya), Kunjungan dari dalam dan di luar negeri diperkenalkan dengan UKM-UKM Jatim, dan pemberian kredit atau pinjaman murah secara bergilir dalam jangka waktu 1 tahun. Proses pemberian pinjaman mengacu pada Pergub No 21 tentang Pengelolaan Dana Bergulir. Dalam pelatihan itu, setiap UKM diberi pinjaman Rp 10 juta dengan bunga rendah dalam jangka waktu 1 tahun sampai UKM tersebut siap untuk berkompetisi dengan usaha yang lebih maju. Dana pinjaman dari APBD propinsi yang mana BKP bekerjasama dengan Bank Jatim untuk teknis pencairan dana. Dalam acara itu dijelaskan pula keamanan dan mutu pangan, pemilihan produk industry yang aman dan cara packing yang baik. Kami mengharapkan, kepada pedagang maupun pemilik UKM agar jangan hanya mencari untung tapi perlu memikirkan masa depan generasi bangsa yang terkait dengan pangan, karena kita turut bertanggung jawab atas apa yang terjadi dimasa depan. Acara tersebut berlangsung 28-29 April 2009 dan diikuti 38 peserta dari 13 kabupaten/kota, yaitu Kab Malang UKM Ngudi Lestari dan Fruitindo, Kab Lumajang UKM Raja Rasa dan Mawar indah, Kab Probolinggo Mina Melati, Amanah dan KUB Mandiri, Kota Probolinggo Catering Semeru, Kab Blitar Margo Mulyo, Dewi Shinta dan Sekar Arum, Kota Blitar Tiga Kucing dan Wasiat, Kab Kediri Putra Kelud dan Tani Rahayu, Kota Kediri Gloria dan Barokah, Kab Jombang Rosse dan Usaha Jaya, Kab Nganjuk M.Sholeh dan Sarbini Tahu, Kab Gresik Damai Makmur dan Hidayah, Kab Bangkalan Ngrokse Tane, Kab Sampang UD Syahrya Kholil.

Advanced Search

   Produk SKPD