SEBANYAK 452 CALON TAMTAMA LULUS PENDIDIKAN 100%

Senin, 20 April 2009 | 14:50


Sebanyak 452 calon tamtama dinyatakan lulus 100% setelah berhasil mengikuti pendidikan gelombang II tahap I di Depo pendidikan Secata A Rindam V/Brawijaya Magetan. Penutupan pendidikan dilakukan oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suwarno, Sabtu (18/4). Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) V/Brawijaya, Letkol (Kav) Moenharto di kantornya, Senin (20/4) mengatakan, setelah kurang lebih 20 Minggu menjalani pendidikan dasar kemiliteran di Magetan, para prajurit yang lulus langsung dilantik menjadi prajurit Tamtama TNI AD dengan pangkat prajurit dua. Selanjutnya, prajurit baru ini akan mengikuti pendidikan kejuruan sesuai kesenjataan masing-masing. Menurut rencana, setelah mendapatkan kualifikasi kecabangan, akan ditempatkan atau berdinas di kesatuan-kesatuan jajaran TNI AD seluruh wilayah Indonesia. Dikatakan Moenharto, Pangdam V/Brawijaya dalam amanatnya mengharapkan, kehadiran para tamtama dapat meningkatkan kinerja bagi kehidupan organisasi, sehingga pembinaan satuan dapat lebih dinamis dan berkualitas dalam membangun profesionalisme dan disiplin prajurit. ”Semua ilmu kemiliteran yang telah didapat, hendaknya dapat dipelihara dan dijadikan sebagai modal dasar dalam mengabdi kepada bangsa dan negara Indonesia,” katanya. Sebagai unsur pelaksana pemula, prajurit Tamtama dituntut untuk memiliki kemampuan tehnis dan taktis militer. Sebagai unsur terdepan, diharapkan dapat menjadi tenaga penggerak satuan dan dapat meningkatkan kualitas tempur jajaran TNI AD dalam mengamankan setiap jengkal wilayah. Ia manambahkan, belakangan ini tugas dan tantangan TNI cukup berat, tugas ini mempunyai tuntutan risiko sangat tinggi, terutama dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dinilai begitu pesat, khususnya di bidang komunikasi dan informasi. Karena itu, prajurit dituntut memiliki keunggulan komparatif, serta dituntut memiliki keunggulan di bidang profesionalime keprajuritan agar selalu dapat menjawab tuntutan tugas dengan penuh keyakinan dan keikhlasan. ”Ke depan tugas kita akan semakin barat, karena itu saya minta prajurit dapat menyesuaikan serta membekali diri dengan kemampuan, sehingga dapat menjalankan tugas dengan baik dan profesional,” kata Pangdam. Selain itu, Pangdam juga menekankan beberapa hal yang dapat dijadikan pegangan dalam bertugas, antara lain para prajurit harus senantiasa meningkatkan dan memantapkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, memegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit serta 8 wajib TNI dalam kehidupan sehari-hari. Hindari pelanggaran dan tindakan indisipliner, karena akan bisa merusak citra dan nama baik diri sendiri dan TNI AD.

Advanced Search

   Produk SKPD