PRO KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN JADI DASAR PENYUSUNAN RPJMD

Jumat, 27 Maret 2009 | 16:23


Pro kemiskinan dan pengangguran tetap menjadi prioritas Pemprop Jatim dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah daerah (RPJMD) untuk lima tahun mendatang. Ini karena, kemiskinan dan pengangguran merupakan masalah utama dalam upaya membangun masyarakat yang sejahtera dan makmur. Gubernur Jawa Timur, Dr H Soekarwo di Kantor Gubernur Jatim Jl Pahlawan Surabaya, Jumat (27/3) mengatakan, RPJMD ditetapkan untuk melihat dan mengetahui apa yang akan dilakukan pemprop untuk kurun waktu lima tahun ke depan. Melihat permasalahan di Jawa Timur yang secara umum adalah masalah kemiskinan dan pengangguran, maka dua masalah itu akan menjadi utama untuk ditangani. ”Mingggu depan akan selesai, Plt Sekda dan Asisten akan memberi masukan untuk selanjutnya kita tetapkan. Untuk kemiskinan dan pengangguran, kita akan fokuskan pada sasaran yakni perbaikan rumah-rumah kumuh,” ujarnya. Ia menginginkan, kerangka penyelesaian masyarakat miskin adalah dengan melakukan pengurangan belanja rumah tangga mereka atau melakukan efisiensi belanja agar bebannya dapat dikurangi. Kerangkanya, bagaimana belanja masyarakat miskin dapat sedikit atau mungkin bisa tidak bayar. Selain itu, pelayanan kesehatan dan pendidikan juga akan mendapat prosi utama dalam RPJMD Propinsi Jatim. Karena bagaimanapun, konsep peningkatan pendidikan dan kesehatan adalah satu paket dan merupakan sentra dari suksesnya pembangunan di Jawa Timur. Untuk sektor kesehatan, Dr H Soekarwo SH beberapa waktu lalu menyatakan akan menganggarkan Rp 1 miliar untuk renovasi puskesmas di daerah. Upaya ini dilakukan agar pelayanan kesehatan khususnya masyarakat tidak mampu dapat berjalan baik. Menurutnya, dari seluruh puskesmas di Jatim, hanya beberapa yang memiliki fasilitas rawat inap, padahal masyarakat di daerah sangat membutuhkan fasilitas ini. Jika puskesmas tidak memiliki rawat inap, maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit. Akibatnya, rumah sakit bisa mengalami overload. Saat ini jumlah puskesmas di Jatim mencapai 4.207 unit yang terdiri dari 943 pukesmas besar, 2.222 puskesmas keliling, dan 1.024 puskesmas pembantu, dengan jumlah tenaga kesehatan 36.014 orang. Dari data itu, terdata masih banyak yang harus diperbaiki, apakah itu fasilitas, bangunan, hingga pelayanannya. Selain itu, di Jatim juga masih membutuhkan banyak Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren). Saat ini, ada sekitar 830 Poskestren di Jatim.

Advanced Search

   Produk SKPD