KONI JATIM GELAR KONSULTASI JATIM 100 JILID II

Selasa, 3 Maret 2009 | 10:21


KONI Jatim menggelar konsultasi Puslatda Jatim 100 jilid II. Konsultasi diikuti 44 cabang olahraga (cabor) dipimpin langsung Ketua Umum KONI Jatim H Imam Utomo. Konsultasi hari pertama, Senin (2/3) ada 10 cabor, yaitu Renang, Selam, Panahan, Panjat Tebing, Atletik, Tenis Meja, Aeromodelling, Senam, Balap Sepeda, dan Menembak. Ketua Umum KONI Jatim, H Imam Utomo usai konsultasi di Gedung KONI Jatim Senin (2/3) sore mengatakan, konsultasi yang dilakukan untuk menentukan kuota atlet dan target medali emas yang direbut cabor dalam Kejurnas 2009. Dengan kuota dan target, maka dapat ditentukan dana yang diperlukan cabor dalam Puslatda Jatim 100 Jilid II. Tentang penentuan kuota atlet disesuaikan dengan target medali emas yang direbut di kejurnas dan setelah kejurnas kuota bisa berubah tergantung hasil medali emas yang di raih masing-masing cabor. Ketua Harian FPTI Jatim, Sulistyono Dwinugroho mengatakan, cabornya mendapat kuota 18 atlet, 3 pelatih, 4 tim teknis. Atlet yang masuk Puslatda Jatim 100 Jilid II merupakan atlet peraih medali emas di PON XVII 2008 di Kaltim. Tentang target, FPTI Jatim yaitu menjadi juara umum Kejurnas 2009 di Pontianak Agustus mendatang. Sekum Pengda Perpani Jatim, Drs Denny Trisyanto mengatakan, kuota atlet yang diberikan KONI Jatim pada Pengda Perpani Jatim yaitu 22 atlet, 5 pelatih, dan 1 teknisi. Dalam Puslatda Jatim 100 jilid II, atlet juga mendapatkan uang saku. Puslatda bagi atlet peraih emas mendapat Rp 1 juta, perak Rp 850 ribu, perunggu Rp 750 ribu dan non medali Rp 500 ribu. Puslatda Jatim 100 Jilid II akan dimulai Maret. Tentang target, Perpani Jatim ditargetkan juara umum pada Kejurnas di Jakarta, namun waktunya masih belum ditentukan. Ketum KONI Jatim juga tidak mempermasalahkan tentang usia atlet, yang penting panahan menjalani Puslatda Jatim 100 Jilid II. Atlet-atlet Puslatda Jatim 100 Jilid II, yaitu atlet yang juga masuk di Program Atlet Andalan (PAL) dan atlet Pelatnas. Kalau atlet kedua program tersebut tidak dimasukkan maka atlet tersebut di khawatirkan akan lepas. Ketua Umum POSSI Jatim, Ir Erlangga Satriagung mengatakan, POSSI Jatim di beri kuota 20 atlet serta diberi waktu 7 hari untuk menyusun program.

Advanced Search

   Produk SKPD