KETUA KPU JATIM BELUM JELAS

Jumat, 27 Februari 2009 | 15:36


Dalam rapat pleno tersebut, masing-masing anggota KPU memiliki dua suara. Jadi total suara adalah 10. Pimpinan rapat, Najib Hamid, yang juga anggota KPU Jatim, menjelaskan, tidak ada unsur paksaan atau tekanan dalam pemilihan ketua tersebut. Masing-masing anggota, termasuk dirinya, diminta menyampaikan pemikiran dan ide-idenya. Setelah masing-masing mengungkapkan pemikiran, proses selanjutnya berjalan dalam dua tahap. Pertama, mengusulkan calon-calon ketua yang akhirnya keluar empat nama. Dari empat nama itu diminta kesediaannya dan tersisa tiga nama, yaitu Arif Budiman, Nikmatul Hidayati dan Agung Nugroho. Selanjutnya, setiap anggota diminta menuliskan dua nama calon yang berbeda. "Setiap anggota memiliki dua hak suara," kata Najib saat mendampingi rombongan tim Komisi II DPR RI saat sidak di PT Temprina Media Grafika, Kamis (26/2). Setelah selesai, ketiga calon dirangking. Hasilnya, Nikmatul memperoleh lima suara, Arif mendapat tiga suara, dan Agung dua suara. Dengan demikian, Nikmatul menjadi calon ketua terpilih. Namun, dari informasi nyang beredar, Nikmatul menolak menandatangani berita acara pemilihan Ketua KPU Jatim. Artinya, Nikmatul tidak bersedia menduduki kursi sebagai ketua. Rapat pleno itu pun akhirnya tidak berhasil mendapatkan ketua baru. Najib yang dikonfirmasi soal penolakan Nikmatul mengaku belum mendapatkan kabar tersebut. "Saya belum tahu apakah dia betul mundur atau tidak. Setelah rapat pleno selesai kemarin malam, saya belum ketemu atau pun dihubungi," tuturnya. Bagaimana seandainya Nikmatul betul-betul menolak? Najib menandaskan, pihaknya akan berusaha mendorong agar yang bersangkutan bersedia. "Kami dorong dulu supaya mau. Tapi, kami juga dengarkan dulu alasannya, Bila pun Nikmatul benar-benar tidak mau, kemungkinan akan ada rapat pleno pemilihan ulang atau bisa juga yang di rangking di bawahnya yang jadi ketua," imbuhnya. Sementara itu, Nikmatul yang dikonfirmasi mengaku minta kepada anggota KPU Jatim yang lain untuk melakukan rapat pleno ulang. "Kata siapa saya menjadi ketua. Hasilnya belum ada," katanya. Namun dia menegaskan, dirinya tidak membutuhkan dukungan secara formal agar bisa menjadi ketua KPU. "Saya hanya membutuhkan jaminan (sebagai ketua, red)," ujarnya.

Advanced Search

   Produk SKPD