GUBERNUR TERPILIH MILIK JAWA TIMUR

Kamis, 12 Februari 2009 | 15:36


Gubernur terpilih Dr Soekarwo, dalam orasi politikinya yang digelar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (12/2) menegaskan, kini dirinya dan Gus Ipul (sapaan Saifullah Yusuf) adalah milik rakyat Jawa Timur. Selanjutnya mereka akan membenahi berbagai permasalahan di Jatim, utamanya yang tertuang dalam program 100 hari pertama bekerja. "Mari lepas baju Karsa. Sekarang, Soekarwo dan Gus Ipul adalah milik rakyat Jatim. Oleh sebab itu, setelah menjadi gubernur, kita bisa lupakan pertentangan dan perselisihan untuk membangun Jatim," katanya. Sedangkan, program lima tahun ke depan serta terkait program 100 hari pertamanya, Ia menjelaskan akan memprioritaskan pembenahan jalan-jalan di tingkat desa, pemberdayaan usaha kecil serta dan fokus daerah yang tidak terdampak namun dekat pusat semburan lumpur Lapindo. "Sebab untuk wilayah peta terdampak sudah banyak yang mengatasi, termasuk pemerintah pusat," katanya. Ia menjelaskan, peran wakil gubernur, bukan merupakan sebagai ban serep. "Saya kompak dengan Gus Ipul untuk membagi tugas agar tidak menjadi ban serep," ujarnya. Selain itu, program prioritas gubernur dan wakil gubernur terpilih yakni akan membenahi beberapa program yang di antaranya pendidikan, kesehatan serta pertanian. Dalam orasinya yang berjudul Jalan Lain Menuju Kesejahteraan Rakyat Jatim itu, ia mengatakan pelantikan ini merupakan awal dalam upaya menjawab tantangan besar dalam kerangka maknawi demokrasi di Jatim. Untuk itu, diperlukan kebersamaan dalam membangaun Jawa Timur. “Lupakan perselisihan dan pertentangan, maski kita bangun bersama Jawa Timur,” katanya. Ia juga mengajak seluruh perusahaan di seluruh Jatim memberikan kontribusinya ke Propinsi Jatim. Menurutnya, dengan penggunaan dana APBD Jatim secara optimal diharapkan bisa dimanfaatkan untuk pembangunan di Jatim secara menyeluruh. Soekarwo juga berjanji akan membuka ruang-ruang publik seluas-luasnya untuk menjaring aspirasi rakyat Jatim demi suksesnya pembangunan Jatim yang tepat sasaran. "Ruang-ruang publik itu kami rancang dengan temu warga sebulan sekali, juga dengan kerjasama dengan media massa untuk menjaring aspirasi rakyat," paparnya. Wakil Gubernur Syaifullah Yusuf dalam orasi politiknya mengatakan, tak akan terbersit sedikitpun untuk melakukan korupsi pada masa jabatannya. "Saya mendapat pelajaran berharga dari Pak Imam Utomo. Ia mengatakan, kalau sudah menjabat, jangan pernah kepikiran untuk korupsi," ujarnya.

Advanced Search

   Produk SKPD